[Ficlet] Maaf.

sorry

“MAAF”

by

mini

Jisoo ft. iKON’s Chanwoo / AU! / Riddle(?) / Family / Teen

cameo : NCT’s Taeyong (disebut doang)

***

p/s: Guess what?

***

“Kenapa nggak balik aja?

I can’t, Jis.”

I can’t Jis.

Jis.

Orang-orang memanggilku dengan embel-embel dokter, memberi hormat padaku saat berpapasan dan bicara denganku dengan bahasa formal. Tapi anak brandal ini tidak. Dia justru melakukan hal sebaliknya. Setiap hari dia selalu memanggilku ‘Jis’, ‘Jisoo’, ‘Hey kau!’. Aku jadi menyesal pernah menerimanya.

“Kenapa?”

“Ya gitu deh biasa.”

Dia lusuh sekali. Tapi dia tak peduli. Dihempaskan begitu saja tubuh remajanya ke ranjangku. Membuat itu memantul seperti pegas. Matanya yang sipit hilang seiring merekahnya kedua sudut bibir itu. Kemudian dia pasti akan bilang ‘Hah, empuk sekali’. Seolah-olah dirumahnya yang besar dan mewah itu tidak menyediakan fasilitas ranjang yang empuk.

“Hah, empuk sekali.”

Ya kan?

Dia menoleh kepadaku dengan tatapan yang sulit diartikan. Aku hanya tetap diam sambil melanjutkan kegiatan ‘masker-masker cantik’ di senin sore yang cerah ini, “Kak Taeyong kemana?”

Mataku beralih melihat foto yang berdiri di sudut meja riasku. Disana terpatri raut bahagia sepasang pengantin, “Workshop.”

“Istri nggak diajak? Emang das―”

“Taeyong udah ngajak kok,” sergahku kesal, “Cuma ya, pas jadwal gue lagi penuh aja”

“Ohh,” Bibirnya yang penuh membulat membentuk huruf O.

“Kata Kak Taeyong, lo lagi hamil ya?”

Pertanyaanya membuatku sedikit terkesiap. Tak menyangka Taeyong akan cerita mengenai hal ini kepadanya. Biasanya Taeyong enggan berbagi cerita dengan ‘adik’ kecilku ini.

“Iya,” jawabku sambil membelai ‘dia’ yang ada didalam perutku.

“Jis.”

“Ya?”

“Kalau lo jadi Mamaku, lo bakalan ngelakuin itu juga nggak sama gue?”

Aku membalik kursi riasku kearahnya, “Apa?”

Sementara dia sudah bangun dari acara ‘numpang rebahan diranjang orang’-nya. Telunjuknya menggaruk tengkuk, “Semisal Kak Taeyong, itu Papaku. Terus ‘dia’ yang ada di perut lo itu gue. Semisal rumah tangga kalian berdua adalah rumah tangga orang tua gue.”

Aku terdiam. Melirik sebingkai foto lagi disamping foto pernikahanku. Aku berdiri bahagia disamping Mamaku tanganya bertaut dengan tangan orang yang bisa disebut sebagai Papa baruku. Padahal aku yang kala itu sudah ada di sekolah dasar, semestinya sudah cukup mengerti.

Bahwa wanita bermarga Jung yang juga melingkarkan tanganya dilengan Papa baruku, yang perutnya membesar―yang hanya bisa pura-pura tersenyum ketika kamera telah dijepretkan, dia sedang ada dalam fase hidup terburuknya.

“Chan.”

“Hm?”

“Maaf ya.”

***

PERHATIAN : Klunya sedikit. Semoga dapet. Koreksi cuma sekali doang. Maaf sering bikin riddle ff chapthernya vakum dulu aja sampe UN selese. Bubay fans :* -dzzzaaa

Iklan
[Ficlet] Maaf.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s