[BPF EVENT] My Fault

my fault-poster.png

My Fault

Limmy-ya present

[BLACKPINK] Jisoo, Lisa || PG-12 || KingdomAU!, Angst, Friendship, sligh Fantasy || Vignette (1.108 words)

Typos are anywhere ^^

All of this, is my own fault.

-2NE1’s Lonely-

 

Tak dapat kupungkiri, bila kehidupan di Lexis tak akan serupa layaknya waktu sebelumnya. Hanya kegelapan gulita yang mengisi. Tanpa ada setitik cahaya berapapun yang memenuhinya. Dari kejauhan kerajaan ini tampak tenggelam kala gelapnya malam mulai menjelang. Sebuah sihir mantra bagai menyulap pemandangan indah kerajaan ini menjadi buruk rupa.

 

Aku tahu penyebabnya. Sebuah penyebab yang pasti telah terjadi benar adanya. Sebuah jantung kehidupan kerajaan, bermuara pada satu titik dan inti dari kawasan ini, pastinya telah rusak tubuhnya. Telah lenyap kekuatan magis yang mengisi relungnya. Telah menghilang nyawanya, tak dapat kembali nan sukar untuk dibangkitkan.

 

Sebuah inti yang paling bercahaya keberadaannya. Paling berkilau bila disandingkan dengan kerlip bintang di angkasa sana. Paling penting hidupnya di antara segala makhluk yang memenuhi kerajaan ini. Ialah sebuah pohon, dengan keajaiban yang membara pun sebagai nyawa dari indahnya kerajaan ini. Ia kini membisu, tanpa adanya tanda kehidupan terpatri di dalamnya.

 

 

“Lisa…”

 

 

“Ya?”

 

 

“Kita harus bagaimana?”

 

 

Asal usul mula kematian jantung kerajaan ini tersedia beberapa sebab. Yang pertama, bila ada seorang pihak yang dengan beraninya mematahkan kuncup bunga dari cabang batang pohon itu. Kuncup bunga sebagai awal kelahiran cabang kehidupan yang baru, sebagai penerus keajaiban yang dihasilkan olehnya. Jika kuncup itu mati, lenyap, dan hilang, itu artinya pohon itu tak dapat meneruskan kehidupannya.

 

Adapun sebab kedua seperti berikut : Bila seseorang memberinya sebuah ramuan yang mampu membuat kehidupan pohon itu sirna. Sebuah ramuan yang seketika merubah perawakan pohon itu menjadi hancur berkeping – keeping. Merubah pohon itu menjadi tiada rupanya. Hanya

kosong tanpa adanya inti kehidupan.

 

Sebab ketiga pun tak kalah mengerikannya dibanding sebelumnya. Bila seorang dengan niat jahat merampas kekuatan dalam pohon itu. Menghirup sebanyak – banyaknya hingga tak tersisa sedikitpun. Merampas nyawa yang ada, membiarkannya melebur bersama aliran dalam

darah. Menjadikannya kekuatan diri sendiri.

 

Bagiku, sebab ketiga yang paling tampak rupanya kala kusaksikan pohon itu gugur dengan tersiksanya. Kuncup bunga itu masih menempel pada cabang, bahkan ikut mati bersama induk dari makhluk hidup bersemi itu. Jika itu sebab kedua, pohon itu semestinya berwujud amat rusak nan tak dapat dijelaskan bentuknya lagi.

 

Ah, sungguh tragedi paling mengerikan yang melanda kerajaan tercinta ini.

 

 

“Saya tak tahu persis harus bagaimana, Tuan Putri. Yang jelas, kita harus menemukan seseorang yang patut bertanggung jawab atas kematian pohon ini…”

 

 

“Orang itu, orang yang mengambil kekuatan pohon ini?”

 

 

“Tepat sekali.”

 

 

Diri ini hanya dapat menghembus nafas  pasrah. Sebagai bagian terpenting Lexis, aku justru tak becus untuk menjaganya. Seorang putri kerajaan yang diutus untuk mengambil alih kerajaan kala Sang Raja sedang mengemban tugas di luar daerah. Seorang putri kerajaan Jisoo, yang tak pantas untuk mengawasi barang sejenak atas kehidupan kerajaan ini.

 

 

“Aku telah melakukan kesalahan. Aku seperti pemimpin yang tak baik bagi kerajaan ini, kan? Pohon ini mati saja, diriku baru mengetahuinya saat ini… Bagaimana dengan keadaan rakyat di luar sana? Mereka pasti sengsara…”

 

 

“Tidak, Tuan Putri. Putri tak bersalah. Keadaan ini memang sudah terlambat untuk diketahui bersama. Hanya penyesalan yang didapat atas segala kecerobohan yang kita perbuat….”

 

 

Lisa, ia gadis peramal muda yang menempati kastil kerajaan selama bertahun – tahun lamanya. Selama itu pula kami selalu menghadapi masalah kerajaan bersama, bahkan kala para atasan tak mampu untuk menuntaskannya. Segala ramalan yang terlintas dalam benaknya tak pernah meleset sejauh – jauhnya. Termasuk fajar tadi, ketika ia secepat kedipan netra mengetuk pintu kamarku dengan membabi buta. Menyatakan jika firasat buruknya mengenai pohon kehidupan muncul dalam hitungan detik cepatnya. Lantas ketika kami sudah tiba di dekatnya, pohon itu sudah gugur mendahului pepohonan Jati di luar sna yang belum melepas dedaunannya.

 

 

“Bisakah kau memperkirakan siapa orang itu?”

 

 

“Tuan Putri…”

 

 

“Kau tahu siapa orangnya, kan?” Lisa hanya menunduk dalam – dalam usai pertanyaan itu kulontarkan. Agaknya tengah merasa menyesal seraya menyembunyikan sesuatu dariku.

 

 

“Haruskah saya memberi tahu siapa orang itu, Tuan Putri?”

 

 

“Silahkan. Sebisa mungkin aku akan membasminya.”

 

 

Ia menarik nafasnya. Lalu mengucapkan satu frasa kemudian.

 

 

“Orang itu…. Berasal dari keluarga kerajaan. Tepatnya, orang itu sedang diberi tugas untuk menjaga kerajaan untuk sementara. Ia putri kerajaan Lexis. Kuharap Tuan Putri tak menyesal setelah mendengar hal ini….”

.

.

.

Selisir angin hadir sejenak di tengah senyap yang menyusup kami. Menampilkan sederet rasa tegang yang terpatri pada rupa masing – masing. Aku terkejut setengah mati, setelah mengetahui siapa tokoh utama di balik peristiwa tragis ini. Ah, Lisa yang semestinya sangat terkejut. Terlebih ia yang pertama kali mengetahui fakta ini dibanding diriku. Terlebih kala diriku yang selama ini akrab dengannya, dalam sekejap menjadi orang paling berkhianat di kerajaan ini.

 

Aku sudah mengatakannya tadi, bukan? Perkiraannya selalu tepat pada sasarannya. Tanpa perlu bukti serta bersusah payah mencari petunjuk.

 

Aku bisa saja menyangkal. Membenahi segala letak kesalahan yang kiranya pernah kulakukan. Mengamati diriku pada masa lampau, perbuatan fatal apakah yang talah diciptakan olehku. Atau bahkan mengusir dirinya mentah – mentah dari kastil kerajaan sebab menuduhku dengan sembarangan.

 

Namun, aku dapat melakukan hal apa jika begini?

 

 

“Kupikir Tuan Putri pasti marah saat ini. Putri bisa saja memarahiku, memukulku, membunuhku, atau apapun itu asal dapat menghilangkan emosi Putri. Ah, atau mungkin memberiku hukuman seberat – beratnya atas ramalanku yang–”

 

 

“Aku tidak marah….”

 

 

Senyum simpul kuberikan kepadanya. Sebagai tanda bahwa aku baik – baik saja. Taka da perasaan yang selayaknya dikatakan olehnya. Kendati teka – teki misteri atas kejadian ini mulai terngiang dalam tempurung kepalaku.

 

 

“….sebaliknya, katakan saja kesalahan apa yang telah kuperbuat sehingga kau melayangkan tuduhan itu padaku.” Ia mulai bercerita. Menjelaskan secara rinci perbuatan yang telah kuperbuat.

 

 

“Hal ini bermula sejak lama, sebelum pohon ini kehilangan nyawanya. Jujur, rasa sombong dan kuasa milik  Putri yang menjadi sebabnya. Kala Putri merasa kuasa yang diberikan Sang Raja membuat diri menjadi sangat bangga. Membayangkan kehidupan seorang pemimpin yang penuh keindahan nan kejayaan membuat pikiran lupa akan hal yang lebih baik dari bayang – bayang itu….”

 

 

“….masih ada pohon kehidupan yang lebih indah nan jaya dibanding kuasa menjadi seorang pemimpin kerajaan. Lantas tanpa sengaja, kuasa dan perasaan sombong itu yang menghisap perlahan – lahan keajaiban dari pohon itu. Secara tak kasat mata, mungkin. Namun itulah fakta yang sesungguhnya terjadi.”

 

 

“Jadi kekuatan itu ada dalam diriku?” Lisa mengangguk lemah. Menggenangkan air pada pelupuk matanya.

 

 

“Lalu, haruskah aku mengembalikan kekuatan itu?” sekali lagi, ia hanya dapat mengangguk sebagai jawaban. Tak lama, menambahkan sebuah frasa lain sebagai penjelas.

 

 

“Namun sebagai gantinya, nyawa juga akan lenyap bersamaan dengan kekuatan dalam tubuh Putri.”

 

 

“Tak apa. Sudah kukatakan, bukan? Bila semua ini ialah kesalahanku pada mulanya. Dan aku akan menumpas siapapun pelaku itu. Termasuk jika itu ialah diriku sendiri.” Kedua tanganku terentang menjadi kubah pelindung pohon itu. Perlahan nan pasti berusaha menyalurkan kekuatan itu kembali. Kedua netra ikut terpejamkan. Pada detik – detik yang ikut berlalu, tubuhku perlahan kehilangan dayanya. Seberkas cahaya menyeruak memenuhi diri pohon itu. Setelahnya, diriku ambruk begitu saja. Senyum pun menghiasi rupa parasku. Sebelum kesadaranku benar – benar sirna, aku menangkap samar – samar isakan tangisan yang kurasa dari Lisa.

 

 

 

Finish.

Iklan
[BPF EVENT] My Fault

2 pemikiran pada “[BPF EVENT] My Fault

  1. iam.bdwt 👻 berkata:

    this is the real fantasy, jarang banget ada ff bergenre fantasy dengan alur dan plot seperti ini. Walaupun masih banyak hal hal yang mesti diperbaiki.

    Honestly, ini udah cukup keren 😄

    Good luck ya!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s