[BPF Event] A Feeling

afeeling.jpg

A Feeling

Starring Black Pink’s Lalisa Manoban & GOT7’s Bambam in Length Ficlet with  800 word count Genre in AU! Romance, Hurt, Daily life! and Rated General

Soundsoul : Sebuah Rasa—Agnezmo

“Begitu rumitnya dunia hanya karena sebuah rasa cinta.”

siskarikapra©2016

oOo

 

Lisa merajut langkah menyusuri selasar rumahnya yang cukup lebar. Serebrum gadis itu sedari tadi tak berhenti gusar. Sembari membelah kesunyian jalan ia selipkan kedua tangannya pada saku mantel lantaran desauan angin menelusup perlahan ke seluruh celah sel darahnya cukup kasar.

Malam itu taburan mutiara langit tak kentara terlihat. Hanya beberapa kumulus gelap yang tengah menggeliat. Seolah memahami perasaan hati gadis cantik itu, suasana permadani langit pun ikut berlibat.

Tak terasa laju tungkai Lisa yang mantap telah membawa awaknya sampai pada destinasi. Sejemang, ia berhenti berderap guna meredam afeksi. Dari kejauhan sekali pun objek yang ia maksud telah terbidik jelas sebab otak besar dalam tempurung kepalanya tak lelah beroperasi.

Baru setengah jalan menuju tubuh yang kini tengah memaku pandang ke arahnya, pungkur Lisa menegang. Sesuatu di dalam rongga dadanya bertalu keras sampai-sampai ia yakin sebentar lagi telinganya meledak akibat bahana tersebut. Ia menghela napas, kemudian meyakinkan dirinya sendiri dalam hati. Bahwa ia bisa dan harus mengalahkan situasi.

“Sudah lama?”

Dua kata klise tersebut mengawali konversasi yang berusaha Lisa rajut sesampainya ia pada sesosok pria tujuannya. Tak mendapat jawaban berarti selain kedikan pelan sepasang bahu pada tubuh di sampingnya, Lisa tersenyum. Ia mulai mempertanyakan sebenarnya siapa yang membuat perkara di sini. Mengapa kesannya Lisa yang berbuat keji dan dia yang mendapat perilaku yang seakan menghakimi.

Sebuah kuriositas menyambangi Lisa begitu saja. Ia menunggu pemuda di sampingnya berujar. Ia menunggu alasan pemuda itu mengajaknya bertemu di waktu yang hampir larut. Ia menunggu semua penjelasan atas semua perihal yang terjadi di antara mereka belakangan ini.

Tubuh-tubuh itu masih enggan memulai aksi. Keduanya hanya tengah sibuk berkutat dengan benak masing-masing. Tabir kegelisahan menyekat mereka dari pertukaran kalimat yang seharusnya terjadi.

Lisa masih berkelit pasal dirinya yang memang dihadapkan sebuah pilihan antara benar dan salah. Benarkah yang ia dengar dari mulut orang-orang. Dan salahkah ia yang terlalu mencinta. Sementara Pimook—pemuda di sebelahnya dihadapkan pilihan antara Lisa dan gadis lain. Tragis sekali.

Pilihan yang menghampiri mereka berbeda pasal. Tetapi memiliki satu kesamaan, yaitu hanya satu yang harus mereka ambil sebagai keputusan akhir. Sebenarnya tanpa perlu penjelasan secuil pun Lisa tahu, ini akan berakhir menyakitkan. Ia paham sekali tipikal pemuda semacam Pimook. Atau sebut saja semua lelaki memiliki prinsip yang sama. Mudah, ‘kan.

“Maaf, Lisa. Sepertinya aku harus memilih. Dan kurasa kita tak bisa melanjutkan hubungan ini.”

Akhirnya kesunyian yang mendominasi pertemuan mereka malam itu berakhir sudah. Pimook—atau yang kerap disapa Bambam angkat bicara soal inti permasalahan yang memang harus mereka bahas.

Lalisa mengangkat satu sudut bibirnya. Sedikit sekali. Kegetiran jelas terlukis pada air mukanya kala itu. Ia tahu, ini akan berakhir.

“Aku tahu. Kau tidak perlu minta maaf, Bambam.”

Pandangnya ia buang entah kemana. Rasanya tak sanggup menatap manik indah yang beberapa tahun ini menghiasi hari dan melukiskan segala kisah dalam buku kehidupannya. Lisa hanya tidak mengerti, kenapa dunia bisa serumit ini dan jungkir balik begitu saja hanya karena sebuah rasa. Sebuah rasa yang banyak orang sebut sebagai cinta.

Lisa kini tak yakin dengan kesakralan cinta. Pasalnya dewasa ini kata cinta hanya dijadikan sebuah iming-iming kebahagian semu. Bukankan seharusnya cinta mengikat batin dua insan sampai maut memisahkan? Tetapi kenapa cinta yang Lisa miliki tidak mempunyai definisi demikian?

Datangnya gadis lain di kehidupan Bambam adalah alasan utama konfik ini terjadi. Konflik yang akan segera mengakhiri hubungan yang telah terjalin selama tiga tahun terakhir. Jadilah, Lisa, Bambam, dan gadis lain itu berada di dalam sebuah belenggu dusta yang tercipta. Sebenarnya mustahil kalau dipikir-pikir. Tapi apa boleh buat. Mungkin mengambil jalan sendiri-sendiri adalah hal yang memang terbaik untuk keduanya.

“Tapi aku merasa buruk untukmu, Lisa.”

“Aku memahami dan mengenalmu. Kau tidak seburuk itu, menurutku.”

Pemuda itu menoleh pada gadis di sampingnya. Setelah beberapa kata tidak kerennya itu meluncur dari bilah bibir, bungkam adalah kata yang tepat ketika netra mereka bertemu pandang. Tak seorang pun dari mereka sepertinya sudi untuk melanjutkan pembicaraan.

Dalam benaknya Lisa menggerutu. Mengapakah harus ia rasakan berada dalam situasi ini dan seberapa pentingkah presensi dan cinta yang Bambam miliki untuknya. Pun akalnya berkutat, mereka berawal atas keagungan cinta. Jadi Lisa membiarkan cinta pula yang harus mengakhiri keduanya.

“Kau tidak mungkin berpaling jika memang aku cukup bagimu.” Tutur Lisa tegas kemudian

“Bukan beg—“

“Iya. Aku tahu maksudmu. Jadi, yasudah. Harus apa lagi memangnya?”

“Kau tahu aku pernah sangat menyayangimu, kan. Lalisa?”

Hanya gerakan naik turun dari kepala Lisa yang menjawab pertanyaan Bambam. Rasanya semua sudah beres. Kendati selaksa air mata ia bendung di pelupuk matanya, Lisa tahu pilihan yang ia ambil adalah yang paling benar. Pun hal yang sama pada Bambam.

Untuk terakhir kalinya Bambam merengkuh Lisa ke dalam dekapnya yang hangat. Berharap cemas setelah ini mereka masih bisa menjalin komunikasi baik dan dekat. Meski kedengaran konyol tetapi nyatanya mereka masih memiliki rasa yang melekat.

Setelah dirasa cukup, Lisa menarik diri. Ia berusaha menguatkan pribadi yang seakan ingin mati. Gadis itu berbalik arah dan mulai melangkahkan kaki untuk pergi. Bersama hilangnya ia ditelan kegelapan dan sunyi, tak tertinggal pula harapan untuk segera menemukan pelipur hati.

 

-fin

Rika/n Halluuuuu~~ maafkan jiwa shipper LiceBam yang akut iniL tapi kok cinta mereka malah karam ya hahaha buat refreshing aja si bosan juga ngefluff terus kanL

Ihiy ini spesial banget untuk meramaikan very first eventnya BPFiction! Semoga kedepannya jaya dan sukses terus! Semoga juga FF ini lolos seleksi dalam tahap penilaian dan keluar sebagai pemenang ya hehe

Mangat terus Black Pink, Pink Mafia, dan tentunya BPFiction!

With verymuch love,

Rika ❤

Iklan
[BPF Event] A Feeling

6 pemikiran pada “[BPF Event] A Feeling

  1. HEMM TALAAA HEMMMMMMM JAAAN WAPIK TENAN IKIII.
    ETAPI SUMPAH YA SIS INI TUH KAMU HABIS MAKAN APA? HABIS NGAPAIN TULISANMU MAKIN MASTERNIM AJAAA UDA KEK BACA CERPEN BESTSELLER GITU LHOOOO. DIKSI NYA ITU LHO KAAAKK YA ALLOH AKU FANGIRLING AN TADI BACANYA💝💝💝💝💝💝 DE BEST MASTERPIECE POKOKNYA INI DUUH aku merasa malu sebagai (yang pernah) anak bahasa malah nggak bisa nulis se bagus ituuuu se FANTASTIC ituuuu ngenaaa sungguh keterlaluan fic iniii wkkwkw SYUKAAAA😙😙😙😙👍😘 PASTI MENAAANGG SEMANGAT CINTAAA💙💙❤

    Disukai oleh 1 orang

  2. Hai Rika! ^^
    Sesuai janji aku mampir /walau telat/ huhu maafkan aku say :”

    Oke, ini luar biasa! Tata bahasa, diksi yang WOW dan alur cerita … hoho ini macem kisah nyata gak sih huhu 😂

    Aku gatau mau komen apalagi tentang ff mu ini Rik. Kemajuan nulismu perlu di acungi jempol 👍 Aku suka penggambaran cerita Lisa yang patah hati dan Bambam /pehlis untuk Pimook aku tertawa/ yg bimbang, itu KECE!

    Sukses terus dan semoga menang! ❤

    Disukai oleh 1 orang

  3. gy berkata:

    apa-apaan rik aku malah pengen sumpah-sumpahin bambam nya!
    apa emang semua cowok tuh kayak gini? meskipun udah punya gandengan tapi tetep aja matanya jelalatan ke mana-mana -_-
    wow Rik, gaya nulismu ada peningkatan ya btw. maap banget otak akunya lagi gak siap baca kata-kata anti mainstream-nya kamu. tadi aku baca pelan-pelan banget wakakak.
    maksudku, diksinya bagus, tapi kebanyakan. setangkapku kata-kata kurang umum di sini malah jadi kebanyakan, jadinya bagi aku baca cerita ini perlu usaha lebih keras buat nyatuin diksi sama plotnya.
    terus berkarya Rika!
    jangan ilang-ilang lagi yha :”D

    Disukai oleh 1 orang

  4. Rika..maafin aku telat bertandang! hiks ;(

    diksimu bikin semeriwing, berasa baca novel puitis rasanya -feeling yg Lisa rasakan nyampe ke aku, dan berasa aku yg sedih putus sama Bambam *maunya kak? hehehehe…

    good luck ya!! 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  5. Hai, Kak Rikaa!! (Yha sksd)
    Ini FFnya bagus banget tolong?? :”))))
    Diksinya gakuaaaadddhhhh parah indah syekaleeehhh
    Duh kalo dipikir pikir Lisa x Bembi emesh juga yha wkwkwkw
    Dah gitu aja, kayaknya bakal menang nih ahaha
    Keep up your great works, Kak! 💕

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s