[BPF EVENT] We Broke Up

couple-break-up

We Broke Up

a story by riria ly

 

Starring: Blackpink’s Lisa, BTS’s Jungkook

angst, AU, hurt-comfort | ficlet | PG 13

 

We don’t talk anymore, like we used to do
(We Don’t Talk Anymore by Charlie Puth ft. Selena Gomez)

***

 

Lisa merapatkan mantelnya. Udara di akhir Oktober cukup menusuk-nusuk tulangnya. Ia melirik dari ujung ke ujung taman, menyadari bahwa itu sama seperti tujuh tahun yang lalu, tidak ada yang berubah.

Lisa memejamkan mata, menikmati semilir angin lembut yang menerpa wajahnya. Rasanya menenangkan dan membuatnya nyaman—hal yang tidak dia rasakan akhir-akhir ini.

Gadis 20 tahun itu tak bisa mencegah sebuah memori yang datang menghampiri kepalanya.

“Kau darimana saja sih? Aku udah nunggu dari tadi tau!”

                Lisa mengatur nafasnya sejenak, sebelum menjawab perkataan pria yang duduk bersidekap di bangku taman. “Maaf… aku tadi nungguin Mama… pulang dari pasar dulu,” kata Lisa ngos-ngosan. “Lagian ini jam 10 ‘kan?  sesuai janjian kita kemaren.”

                “Kamu telat lima menit!” sentak Jungkook, jika pria itu tak meraih tangannya mungkin tubuh Lisa akan bertemu dengan tanah yang lembab saking kagetnya. “Yakk kamu ini lemah banget sih, ngga pernah olahraga apa di rumah? Dibentak dikit aja mau jatuh.” Jungkook menarik Lisa untuk duduk di sampingnya.

                Hening.

                Detik berikutnya yang terdengar adalah isakan.

                “Yakk Lisa kamu nangis?”

                Lisa tak menjawab, malah menangis semakin keras.

                “Yakk Lisa hentikan tangisanmu, orang-orang bisa salah paham padaku.” Jungkook mulai kelabakan. “Lagian ya kenapa bisa kamu dibentak gitu aja nangis, cengeng banget.”

                Lisa menatap Jungkook, “Aku hikss… selalu kaget…. dengan bentakan.” Lisa menghapus air matanya yang mengalir deras, kemudian melanjutkan, “Bentakan bisa…. membuatku menangis hikss.”

                Bukannya semakin ibah, Jungkook malah terbahak. Lisa diam-diam menggeram pada pria yang resmi menjadi pacarnya beberapa hari yang lalu itu.

                “Oh ya ampun lucu sekali. Bagaimana bisa orang menangis karena sedikit bentakan.” Wajah pria itu memerah, bahkan matanya mulai berair saking girangnya tertawa.

                “Berhenti tertawa Jeon Jungkook.”

                Tangis Lisa berhenti, gadis itu sibuk menyuruh pacarnya agar berhenti tertawa. Lelah melakukan itu, ia berbalik membelakingi pacarnya.

                “Iya deh aku berhenti ketawa, kamu ngga usah ngambek gitu ih.”

                Lisa tak menggubrisnya, ia terlalu kesal, malu dan marah pada pacarnya itu.

                Tanpa ia duga Jungkook meraih pundaknya, memposisikan ia agar menatap mata pria itu. Kemudian tangan kekarnya menghapus jejak air mata di wajah Lisa.

                “Oke aku minta maaf karena udah ngebentak kamu. Kamu tahu ‘kan aku orangnya agak impulsif?” Lisa hanya bisa menggangguk, tatapan Jungkook benar-benar membiusnya. “Jadi aku akan cenderung mengeluarkan kata yang ada di kepalaku tanpa proses penyaringan terlebih dulu, kadang bertindak seenaknya sendiri. Tapi aku janji akan sedikit demi sedikit merubahnya. Demi kamu.”

                Jungkook merapihkan helaian rambut Lisa yang berterbangan karena angin. “Arraseo?

Lisa menggangguk lagi, Jungkook mengacak rambutnya gemas. “Tapi wajah kamu saat nangis lucu tau, sekali-kali aku ngebentak kamu ngga apa-apa ‘kan?”

                “YAKK…!”

                Cup.

                First kiss-nya terjadi. Bukan jenis ciuman menggairahkan atau penuh cinta. Tapi lebih ke kecupan ringan yang semanis gula.

Bibir Lisa tersenyum simpul, ia perlahan-lahan membuka matanya, kaget saat irisnya mendapati sebuah sosok menjulang yang berdiri beberapa meter di depannya.

Ia mengedip beberapa kali untuk meyakinkan jika objek di depannya bukanlah halusinasinya. Tapi sosok itu masih tetap ada—sosok yang beberapa detik yang lalu hinggap dikepalanya, menatapnya senduh dari tempatnya berdiri.

Ia ingin berlari ke pelukan pria itu, mencari kehangatan di dada bidangnya, menumpahkan segala kesedihan dan kemarahan yang dirasakannya dua bulan terakhir ini. Tapi tubuhnya kaku, diam tak bergerak. Ia bahkan tak yakin apakah dirinya masih bernafas kini.

Lama keduanya berdiri, tanpa bergerak, tanpa bicara, hanya saling pandang. Tak ada percakapan, tak ada tawa, tak ada tangis—seperti lima tahun yang lalu.

Semenit kemudian, pria itu mulai kembali melangkahkan kakinya, kearah Lisa berdiri.  Tatapannya berubah dingin, raut wajahnya mendadak keras. Lisa menahan agar tak menghamburkan diri pada pria itu, dengan sejuta harapan bahwa lima tahun yang telah mereka jalani bersama itu belum berakhir.

Tapi Jungkook melewatinya begitu saja—sama seperti ia yang tak mencoba untuk menahannya.

Kini, keduanya tak saling bicara—seperti yang biasa mereka lakukan 5 tahun terakhir ini. Karena kisah mereka sudah berakhir.

Yeah, kita memang sudah berpisah.

Lisa menatap punggung Jungkook sejenak, sebelum berjalan ke arah yang berlawanan dengan pria itu.

***FIN***

Ngga jelas ya?

Oke ini sebenernya cuplikan dari songfict yang author buat, jadi yaa ngambang gitu 😀

Iklan
[BPF EVENT] We Broke Up

Satu pemikiran pada “[BPF EVENT] We Broke Up

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s