[BPF EVENT] Hey Boy

Hey Boy KFI.jpg

Tittle: Hey Boy

Author: Din-din Hasan

Genre: AU, Romance

Rating: PG-15

Length: Vignette

Disclaimer: Cast Milik Tuhan Yang Maha Esa, Keluarga, dan Agensi YG Entertainment & Big Hit Entertainment

Cast: Kim Ji Soo, Jeon Jung Kook, and others

Hey Boy.

Make’em whistle like a missile bomb bomb.

Every time I show up blow up (Uh).

Hwi~palam.

Uh, hwi palam palam palam (can you hear that)

Hwi palapala pala bam hwi~palam.

.

.

.

.

.

 

Hey Boy.

Ne?”

*

Make’em whistle like a missile bomb bomb.

Every time I show up blow up (Uh).

*

Wae? Apa itu membuatmu risih?”

*

Make’em whistle like a missile bomb bomb.

Every time I show up blow up (Uh).

*

“Kau marah aku melakukan hal itu?”

Ne, aku marah, sangat marah,” dia menatap orang di depannya dengan kedua mata yang sudah melotot bahkan buku-buku tangannya memutih karena kepalannya yang terlalu kuat.

Jinjja? Jika begitu aku tak akan melakukannya lagi. Tapi—”

Wae?” saking kesalnya, ia langsung menyela perkataan lawan bicaranya itu.

“Tapi—”

“Apa kau tidak mencintaiku?” lagi-lagi ia tak membiarkan seseorang itu melanjutkan kalimatnya yang sempat terpotong. Itu karena darahnya yang sudah mendidih dan kepalanya yang sudah memanas jadi ia tak menginginkan suatu alasan. Alasan yang bahkan tak bisa dicerna olehnya.

Ani.”

*

Neon neomu areumdawo neol ijeul suga eopseo.

Geu nunbichi ajik nareul ireoke seollege hae.

Boom Boom.

(Kau sangat cantik, aku tidak bisa melupakanmu.)

(Dan matamu yang masih membuatku tersanjung seperti ini.)

*

“Karena itu aku menyukaimu dan melakukan hal itu,” namja itu tersenyum begitu tulus, dia ingin meyakinkan yeoja di hadapannya bahwa perkataannya itu benar dan tulus dari dalam hatinya.

*

24 365 ojik neowa gachi hagopa.

Najedo i bamedo ireoke neoreul wonhae Ooh Ooh.

(24 365 Aku hanya ingin bersamamu.)

(Seperti ini bahkan dari siang sampai malah Ooh Ooh.)

*

“Aku ingin terus bersamamu,” namja itu melanjutkan kalimatnya membuat yeoja di depannya tertegun. Nyatanya yeoja itu juga ingin bersamanya bahkan selamanya karena dia mencintai sang namja. Hal itu akan sangat menyenangkan jika sang namja juga mencintainya. Bukankah tak ada seorangpun yang menginginkan cintanya hanya bertepuk sebelah tangan? Jika kau orangnya, berarti kau tidak normal. Tapi apakah bisa kehidupan yang nyata ini seindah dongeng-dongeng yang biasa ibunya bacakan setiap malam saat dirinya masih kecil? Nyatanya hidup penuh dengan kesandiwaraan, kesedihan dan juga penghianatan. Karena hidup ini keras jadi dirinya pun menjadi keras agar tak ada seorang pun yang bisa bahkan boleh menyakitinya.

*

Yeah, modeun namjadeuli nal maeil check out daebubuni nal gajil su issda chaggag jeoldae manheun geol wonchi anha mameul wonhae nan neon simjangeul dolyeonae boyeobwa aju ssigssighage ttaelon chic chic hage So hot so hot naega eojjeol jul moleuge hae najimagi bulleojwo nae gwisgae doneun hwipalamcheoleom.

(Ya, semua pria mengajakku pergi bersama. Kebanyakan dari mereka berpikir bisa mendapatkanku. Aku tidak ingin sesuatu yang istimewa, aku hanya ingin hatimu. Aku hanya ingin kau menunjukkan hatimu dengan percaya diri, kadang bergaya. Begitu hebat begitu hebat sehingga aku tidak tahu harus berbuat apa. Panggil aku dengan lembut seperti bersiul di telingaku.)

*

“Jung Kook, kau tahu banyak orang yang melihatku tapi aku tetap melihatmu,” wajah yeoja itu menjadi datar begitu juga dengan nada suaranya. Dia tak terlihat semarah tadi, kali ini dia sudah bisa mengontrol dirinya kembali.

Ne, aku tahu itu. Tapi jujur, aku tak pernah cemburu melihatmu bersama laki-laki manapun,” Jung Kook, namja itu, berkata dengan sangat yakin. Wajahnya terlihat begitu serius. Perkataan itu lantas membuat sang yeoja merasa sakit, bukan tubuhnya tapi hatinya. Dia menatap mata Jung Kook lekat, berusaha mencari kebohongan di mata namja itu. Tapi seberapa keras ia mencari tetap saja ia tak bisa menemukannya, “karena aku tahu, kau menyukaiku,” lanjutnya dengan senyuman simpul.

“Jika kau melakukan hal itu lagi, aku tidak bisa menjamin kalau diriku diambil pria lain. Dan untuk kau, kau akan tahu rasa nanti,” ancam sang yeoja, ia sampai menuding wajah Jung Kook menggunakan jari telunjuknya. Tapi setelahnya dia malah menyunggingkan senyuman walaupun tak terlihat jelas karena hanya sepersekian detik lamanya.

*

Idaelo jinachiji mayo neodo nacheoleom nal ijeul suga eobsdamyeon. Woah~

(Jangan mengabaikanku seperti ini jika kau tidak bisa melupakanku, seperti aku yang tidak bisa melupakanmu. Whoa~)

*

“Bukankah kau tak bisa melupakanku?” tanya Jung Kook dengan ekspresi di wajahnya yang terlihat sangat yakin. Dia memiliki kepercayaan diri yang kuat ketika mengatakannya.

Ne, aku Kim Ji Soo akan terus bersama Jeon Jung Kook,” yeoja itu, Kim Ji Soo, mengatakannya begitu yakin, juga. Wajahnya tak menampilkan ekspresi apapun begitu pula dengan nada bicaranya yang datar. Matanya hanya terus terfokus menatap mata namja di hadapannya.

*

Neol hyanghan i maeumeun fire nae simjangi ppaleuge ttwijanha jeomjeom gakkai deullijanha.

(Hatiku terhadapmu terbakar. Hatiku berdebar begitu cepat. Aku mendengar sangat dekat.)

*

“Kau dengar itu? Ji Soo tak akan pernah meninggalkan Jung Kook. Tidak akan pernah,” seru Ji Soo lagi, kali ini nada suaranya terdengar lebih tinggi. Dia hanya ingin memperjelasnya lagi, memperjelas bahwa dirinya benar-benar mencintai Jung Kook.

Ne, aku selalu percaya padamu dan kau juga tahu bahwa Jung Kook akan selalu mencintai Ji Soo. Hanya mencintai Ji Soo,” balas Jung Kook. Wajahnya terlihat begitu tenang, ia benar-benar menikmati keadaan ini. Keadaan dimana dirinya hanya berdua dengan Ji Soo. Yah, hanya mereka berdua.

*

Hwi~palam. (Siulan.)

Uh, hwi palam palam palam (can you hear that)

Hwi palapala pala bam hwi~palam.

Uh hwi palam palam palam (can you hear that)

Hwi palapala pala bam.

*

Hei Tuan,” panggil Ji Soo. Dia sedikit mengangkat dagunya dan melipat kedua tangannya. Matanya menatap tajam ke arah Jung Kook dengan mulut yang menyeringai, “kau itu selalu memberiku kebahagiaan, gomawoyeo,” akhirnya yeoja itu menunjukkan senyuman tulusnya.

“Bukankah itu kebahagiaan kita berdua? Jadi kau tak perlu berterima kasih, karena Ji Soo adalah segalanya untukku,” Jung Kook pun sama, dia tersenyum begitu lebar sampai membuat kedua mata besarnya menyipit.

Heh, jinjja? Bukankah kau seorang playboy?” ungkap Ji Soo dengan menunjukkan ekspresi menyindirnya.

“Dan bukankah kau seorang playgirl?” balas Jung Kook tak mau kalah, dia kemudian mendengus.

*

Hold up amu mal haji ma just whistle to my heart geu soliga jigeum naleul ileohge seollege hae boom boom.

(Tunggu. Jangan katakan apapun, hanya siulan untuk hatiku. Suara itu membuat hatiku berdebar, seperti ini Boom Boom.)

*

“Tahan,” perintah Ji Soo ketika Jung Kook mulai mendekat ke arahnya. Dia merentangkan tangan kanannya ke arah Jung Kook, mengisyaratkan kepada namja itu untuk berhenti.

Ne, aku tahu itu. Jika aku melakukan hal itu, hatimu selalu bergetar bukan?” Jung Kook menunjukkan senyuman yang menurut Ji Soo menyebalkan. Karena namja itu selalu tahu akan kelemahannya.

Hahahahha, diamlah!” tawa Ji Soo yang diakhiri oleh amukan. Yeoja itu melotot, menantang namja di depannya.

“Kau tahu? Jika kau marah, kau tambah cantik Ji Soo-ya,” goda Jung Kook dan itu sukses membuat kedua pipi Ji Soo merona.

“Kau sungguh seorang playboy Jung Kook!” teriak Ji Soo, dia hanya ingin menyembunyikan wajah meronanya.

Yah, mereka yang menginginkanku tapi aku hanya menginginkanmu Ji Soo,” lagi-lagi Jung Kook mencoba menggoda Ji Soo, entah kenapa ia suka sekali melihat wajah yeoja itu ketika sedang marah.

“Dan mereka juga mengiginkanku,” balas Ji Soo tak terima, kedua pipinya telah mengembung dengan mulut yang ia kerucutkan.

“Tapi kau menyukaiku, benar?” ucap Jung Kook diakhiri senyuman jahilnya, ia juga mengedipkan sebelah matanya ke arah Ji Soo.

Ne, nae kkoya!” pekik Ji Soo dan setelahnya dia pergi meninggalkan Jung Kook sendiri.

.

.

.

*

Saenggageun jiluhae neukkimi shhh!

Every day all day nae gyeoteman isseojwo zoom zoom.

(Pikiran yang membosankan, perasaan shhh!)

(Setiap hari sepanjang hari tolong berada di sisiku mendekat mendekat.)

*

Hah, mengapa ini?” tanya Ji Soo pada dirinya sendiri yang terlihat seperti orang kebingungan.

Saat ini Ji Soo telah berada di kamar nyamannya. Tidur telentang dengan kedua tangan yang ia bentangkan di atas kasur. Dia tengah menatap langit-langit kamarnya yang berwarna putih.

“Aku mencintainya dan dia mencintaiku. Jadi apa yang kurang? Tidak ada bukan? Tapi mengapa aku masih bimbang, ah wae irae?!” amuk Ji Soo, ia sampai menutup wajahnya menggunakan bantal.

.

.

.

“Ji Soo.”

Ne?”

“Urusan kita belum selesai,” perkataan Jung Kook sukses membuat Ji Soo menghentikan langkahnya lalu berbalik ke arahnya.

*

Uh eonjena nan styling dodohajiman ne apeseon darling tteugeowojijanha like a desert island neo alagalsulog ullyeodaeneun maeumsog geuman naeppae neomeowala naege boy ijen checkmate geimeun naega win (uh-huh) nan neol taeghae anajwo deo sege nuga neol galo chae gagi jeone naega (uh).

(Uh, aku selalu modis. Aku jadi cantik hanya saat di depanmu, sayangku. Ini semakin panas seperti di gurun pasir. Semakin aku mengenalmu, hatiku semakin gemetar. Jangan melarikan diri datanglah padaku, skakmat sudah, aku memenangkan permainan ini (Uh-Huh). Akulah yang memilihmu, memelukmu dengan erat sebelum seseorang membawamu pergi (Uh).)

*

“Apa maksudmu? Bukankah kita telah mencintai satu sama lain. Jadi apa yang kurang?” tanya Ji Soo dengan ekspresi tak terima. Kenapa dia begitu cepat berubah? Pikir Ji Soo kesal.

*

Idaelo jinachiji mayo neodo nacheoleom nal ijeul suga eobsdamyeon woah~

(Jangan mengabaikanku seperti ini jika kau tidak bisa melupakanku seperti aku tidak bisa melupakanmu whoa~)

*

“Aku tahu itu, tapi kita belum berpacaran bukan?” tatapan mata Jung Kook tepat menatap mata Ji Soo. Ekspresi namja itu begitu datar membuat hati Ji Soo mulai bergetar. Apa maksudnya? ucap inner Ji Soo penuh tanda tanya, “karena itu kau…,” Jung Kook sengaja menggantungkan ucapannya, ia ingin tahu perubahan ekspresi yang akan ditunjukkan Ji Soo kepadanya. Yeoja itu hanya bisa mematung tanpa ekspresi, sungguh ia tak sanggup mendengar perkataan Jung Kook selanjutnya, “…jangan pernah melewatiku dan anggap aku ada, bisa?” lanjut Jung Kook, dia mulai memegang tangan Ji Soo.

Ne,” Ji Soo menjawab dengan senyum yang telah merekah di bibirnya. Kecemasan yang ada dipikirannya telah sirna tertiup angin. Dasar, sekejap dia membuatku jatuh lalu sedetik berikutnya dia membuatku membungbung tinggi di angkasa. Ucap inner Ji Soo geram sekaligus gembira di waktu yang bersamaan, “aku tidak akan melewatimu atau pun mengabaikanmu lagi, sungguh. Dan… aku akan terus bersamamu,” lanjut Ji Soo yang telah menatap intens ke arah Jung Kook.

“Aku pegang janjimu, bagaimana?”

Ne,” angguk Ji Soo, “aku mencintaimu,” lanjutnya, entah sudah keberapa kali dia menggumamkan kalimat itu pada Jung Kook. Dia sendiri tak mengingatnya saking seringnya ia melontarkan ucapan itu, entahlah, mungkin sebanyak jumlah bintang di langit sampai tak bisa terhitung.

*

Neol hyanghan i maeumeun fire nae simjangi ppaleuge ttwijanha jeomjeom gakkai deullijanha.

(Hatiku terhadapmu terbakar. Hatiku berdebar begitu cepat. Aku mendengar sangat dekat.)

*

“Itu yang selalu ingin kudengar. Aku juga ingin selalu membuat hatimu bergetar dan hanya aku yang bisa melakukannya, Jeon Jung Kook.”

*

Hwi~palam. (Siulan.)

Uh hwi palam palam palam (can you hear that.)

Hwi palapala pala bam hwi~palam.

Uh hwi palam palam palam (can you hear that) hwi palapala pala bam.

*

“Benarkah kau mendengarnya?” tanya Ji Soo.

Ne, aku mendengarnya.”

Jinjja?”

Ne jinjja.”

*

This beat got me feeling like.

Balamcheoleom seuchyeoganeun heunhan inyeoni anigil.

Manheun maleun pilyo eobseo.

Jigeum neoui gyeote naleul delyeoga jwo ohh~

(Aku harap kita tidak akan saling melewati seperti angin.)

(Aku tidak perlu banyak kata-kata.)

(Cukup bawa aku ke sisimu ohh~)

*

“Aku harap kita tidak akan saling melewati seperti angin, tidak perlu banyak kata. Cukup bawa aku ke sisimu, bisakah kau melakukannya?”

Ne aku bisa, aku akan terus di sisimu dan tak akan pernah menyia-nyiakanmu, tenanglah.”

*

Make em whistle like a missile bomb bomb.

Every time I show up blow up uh.

Make em whistle like a missile bomb bomb.

Every time I show up blow up.

*

“Aku akan selalu membuat siulan di hatimu dan selalu membuatnya seperti itu saat kau di dekatku, maukah kau menjadi pacarku?” akhirnya Jung Kook mengatakannya. Mengatakan sesuatu yang bisa membuat hubungan mereka berubah. Sudah lama sekali hal itu terpendam di mulutnya tapi untung saja ia bisa memuntahkannya. Yeah, untung saja kesempatan itu ada.

Ne, aku mau menjadi pacarmu yeongwonhi, ah ani,” ucap Ji Soo terhenti membuat Jung Kook menatap bingung ke arahnya.

Wae?” tanya Jung Kook penasaran.

Anio, saranghae Jeon Jung Kook. Arra?” senyum terpancar di bibir mungil Ji Soo.

Arraseo, saranghae Ji Soo,” balas Jung Kook dan mereka berdua kemudian berpelukan. Tak ada kata-kata lagi yang keluar dari mulut keduanya, mereka sibuk dengan perasaan masing-masing. Ji Soo semakin mengeratkan pelukannya dan sekarang dagunya bersandar nyaman di bahu Jung Kook. Dia menyesap bau khas tubuh Jung Kook yang memabukkan dirinya, membuatnya lupa sejenak akan kehidupan. Ia ingin waktu berhenti berputar sesaat, membiarkan dirinya menikmati keadaannya saat ini karena hanya ada dirinya dan Jung Kook. Hanya mereka berdua.

.

.

.

.

.

END

.

.

.

.

 

Iklan
[BPF EVENT] Hey Boy

2 pemikiran pada “[BPF EVENT] Hey Boy

  1. Hey pencinta KFI, mampir dulu yuk ke sini.
    Jika kalian tertarik untuk membaca fic saya yang satu ini jangan lupa tinggalkan komentar dan pencet tombol suka ya.

    Terima kasih~
    Ditunggu kehadirannya.
    Jika kalian berkenan untuk membatu saya share fic ini, terima kasih.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s