[BPF Event] Blue In Memories

picsart_10-29-12-02-03

 

BLUE IN MEMORIES

 

Kim Jisoo (Black Pink), Song Yunhyeong (iKon)

Romance, Family | Ficlet | T-rate

 

T.Arista Storyline

I’m just own the plot. Happy Reading^^

 

니가 혹시나 내 마음을 알게 뒬까봐

알아버리면 우리 멀어지게 뒬까봐

I worry that you might nottice my feelings

And I get scared that the gap between us would widen

Matahari bersinar dengan terik, namun hawa panas yang ditimbulkannya seolah tak menyentuh tempat ini sama sekali. Gadis itu menatap sekeliling, entah berapa AC yang terpasang dalam toko ini.

“Kau bisa memilih sesukamu. Aku akan menunggu di sana.”

Gadis itu hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya, membalas perkataan itu tanpa suara. Ia menatap ke sekeliling, hampir semua yang dilihatnya adalah pakaian berwarna putih dengan panjang yang menyentuh lantai. Tidak semuanya putih, ada beberapa pakaian dengan warna putih tulang yang sempat menyapa penglihatannya.

Ia kembali berjalan, mengelilingi toko yang memasang puluhan atau bahkan ratusan pakaian dengan model berbeda. Gadis itu melangkah beberapa centi di belakang pegawai toko, matanya menatap ke sekeliling.

Gadis itu berhenti tepat di depan sebuah mannequin yang letaknya cukup jauh dari pintu masuk. Ia tersenyum kecil menatap gaun yang membungkus tubuh mannequin itu, ketika ia menoleh seorang pegawai toko sedang berdiri tak jauh darinya.

“Bolehkah aku mencoba gaun ini?”

Ketika pegawai itu menganggukkan kepalanya, senyum gadis itu tercetak dengan jelas. Perlahan ia kembali mengikuti pegawai toko menuju ke arah ruang ganti. Ia duduk disebuah kursi yang telah disediakan, menunggu sang pegawai datang kembali membawa gaun yang diinginkannya.

Perlahan, ketika tirai tempatnya mencoba baju terbuka. Gadis itu hanya bisa mengerjapkan matanya, sedikit terkejut ketika laki-laki tadi sudah berdiri dihadapannya. Senyum lebar menghiasi wajahnya.

“Kau memilih gaun yang bagus, kita ambil yang ini saja.”

Beberapa detik setelahnya, pegawai tadi membawanya kembali ke ruang ganti yang tadi digunakannya. Ketika tertutup kembali, gadis itu tersenyum menatap pantulan dirinya di depan cermin besar yang menghiasi dinding.

“Bisakah kau membantuku mengambil foto terlebih dahulu?”

Gadis itu mengucapkan terimakasih berkali-kali ketika pegawai toko dengan senang hati membantunya. Ketika pegawai itu selesai membantunya untuk melepaskan gaun dengan hati-hati, suara pegawai toko itu kembali menyapa pendengarannnya.

“Anda terlihat sangat mencintai pasangan anda.”

Gadis itu membeku di tempatnya untu beberapa saat, sebelum membalas dengan suara kecil yang hampir tak terdengar.

Apakah semuanya terlihat sangat jelas?  Lalu akankah baik-baik saja kedepannya?”

오늘이 오지 않기를 그렇게 나 매일 밤 기도했는데

I prayed and prayed that this day wouldn’t come

Suara pintu yang terbuka membuat hampir semua orang di dalam ruangan itu menoleh, sepersekian detik tatapan memuja tertuju pada gadis yang berdiri dengan bulan sabit yang menghiasi wajahnya. Seorang gadis cantik dengan gaun putih yang melekat indah ditubuhnya, gaun yang seolah memang tercipta untuknya.

Ketika gadis itu mulai melangkah dengan perlahan, semua orang mulai mengulum senyum di wajahnya. Melantunkan segenap doa dalam hati masing-masing.

Satu langkah…

 

Dua langkah…

 

Tiga langkah…

Sedikit demi sedikit gadis itu mulai berjalan mendekat ke arah atlar, mendekati seorang laki-laki dengan senyum menawan di depan sana. Tatapan memuja juga tidak lepas dari kedua matanya ditambah dengan tatapan penuh cinta yang membuat setiap orang merasa iri.

Disetiap langkah sang gadis, tatapan cinta itu semakin menenggelamkan setiap orang yang menatapnya. Ketika akhirnya sang gadis meraih tangan mempelai pria dan melangkah bersama, doa semakin terpanjatkan untuk mereka berdua.

Mereka semua seakan melupakan sosok yang duduk dikursi yang berada pada barisan terakhir. Duduk dengan tenang meski meski ia meredam setiap desiran yang muncul di hatinya, desiran yang dengan perlahan pengikis hatinya. Sedikit demi sedikit. Senyum menghiasi wajahnya, meski hatinya dengan perlah hancur.

Kim Jisoo. Gadis itu memejamkan matanya sejak sang mempelai lelaki mulai meraih tangan pasangannya, ia ingin berteriak dan menangis di tempat. Tapi tidak bisa. Air matanya sudah kering sejak berhari-hari yang lalu.

Jisoo membuka kedua belah matanya ketika mendengar suara tepuk tangan yang meriah, matanya tertuju pada pasangan yang sekarang sudah resmi di hadapan Tuhan. Secara perlahan ia mengangkat kedua tangannya, kemudian mengikuti pengunjung lain untuk memberikan sebuah tepuk tangan.

Jisoo sedikit menundukkan kepalanya ketika matanya beradu pada sosok yang sedang berdiri di depan sana, “Tidak peduli sekeras apapun aku akan berdoa, hari ini akan tetap datang,” ucapnya dengan suara yang tidak lebih keras dari sebuah bisikan.

벙릇처럼 혼자 너에게 말하고

I try to talk to you but I realized that I’m alone

“Jisoo-ya, terimakasih telah membantu eonni kemarin. Gaunnya cantik sekali, kau memilih dengan baik. Maaf, eonni merepotkanmu kemarin.”

Jisoo hanya bisa tersenyum, “Eonni tidak merepotkanku sama sekali.”

“Kami harus menyapa tamu yang lain, kau harus tetap di sini sampai acara berakhir, oke?”

Ne? Eonni aku ada pemotretan-”

Terlambat, pasangan itu sudah berbalik. Mendekati tamu yang lain, meninggalkannya di tengah pesta yang bersar dengan nuansa biru laut dengan paduan warna putih. Jisoo menundukkan wajahnya ketika beberapa orang menatapnya secara terang-terangan, tidak beberapa hampir semua orang. Beberapa menatapnya tidak suka, dan yang lainnya menatap ingin tahu.

“Yunhyeong oppa,” panggilnya dengan suara kecil. “Aku menyukaimu.”

Jisoo terdiam ditempatnya, ia menyadari apa yang baru saja ia katakan. Kenapa? Apa yang harus ia lakukan sekarang?

Kau bisa. Karena sudah seperti ini, lakukan sampai akhir saja.

                Jisoo mengangkat kepalanya, menatap mata laki-laki itu. “Aku menyukaimu sejak lama. Tapi kenapa…”

Jisoo menggantungkan kalimatnya. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali, menghalau air matanya yang hampir jatuh. Ia kembali menundukkan kepalanya, menatap ujung gaun biru selutut yang di kenakannya. Ia menggigit bibir bawahnya.

Ketika ia mengangkat wajahnya, Jisoo hanya bisa tersenyum kecil. “Aku sangat ingin mengucapkannya padamu. Tapi tidak bisa. Sebesar apapun aku mencintaimu, hatimu hanya terisi satu nama dan itu bukan aku.”

“Apa yang kau lakukan disini? Kita harus cepat pergi.”

Jisoo menganggukkan kepalanya setelah mendapati Jaebum berada disampingnya. Sebelum benar-benar pergi ia menoleh, menatap kembali sosok laki-laki yang sedang berdiri menyapa para tamu. Dengan wanita cantik disampingnya yang mengenakan gaun putih yang sama dengan gaun yang dipakainya beberapa hari yang lalu.

“Walaupun aku sangat ingin mengungkapkannya padamu, aku selalu mendapati diriku sendirian.”

Jisoo tersenyum miris, “Aku memang sangat mencintaimu, oppa. Tapi aku tidak mungkin menghancurkan kebahagiaan kakakku sendiri, berbahagialah oppa.”

Iklan
[BPF Event] Blue In Memories

10 pemikiran pada “[BPF Event] Blue In Memories

    1. Tee Arista berkata:

      Hmmm… •_• Aku menyarankan cerita ini untuk mendapatkan saran dan kritik. Itu memaksa, kah??

      Bagaimanapun juga terimakasih atas komentarnya^^ *bow*

      Disukai oleh 1 orang

  1. What de -_- dibikin baver sama temen sekelas itu rasanya kek ada sepet sepetnya gitu. Ini oneshoot? ‘-‘ udah ngegantung dibikin baper saolohh. Hapuskanlah dosa teman ku ini/? #gaknyambung #plakk
    Good job lah tapi. Oh ya, ini paksaan :v #noooooo

    Suka

    1. Tee Arista berkata:

      Hmmm… •_• Aku menyarankan cerita ini untuk mendapatkan saran dan kritik. Itu memaksa, kah??
      Bagaimanapun juga terimakasih atas komentarnya^^

      Suka

  2. Riana🌛 berkata:

    Hai, Tee!

    Firstly, aku suka banget sama alur dan plotnya. Pemilihan katanya juga cukup bagus, sampe sampe buat para pembaca jadi ikut ngerasain apa yang ada di dalam cerita. Tapi, menurut aku ending dari fanfic ini agak gantung dan kurang greget. Unsur sedihnya masih kurang, tapi bukan berarti fanfic ini gak bagus. Fanfic ini udah cukup bagus, tapi perlu di tingkatkan lagi. Saran aku, perbanyak baca novel dan nonton film. Aku yakin, kemampuan kamu nulis pasti bakal meningkat 🙂

    Semoga sukses dan keep writing ya 😊

    Maaf kalau ada kata – kata yang salah atau kurang mengenakan hati

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s