Memento Mori

mmori
©syongbaby

Jisoo & OC | Slice of Life Angst AU! | Ficlet | PG-17 (for rude words)

ingatlah bahwa kau akan mati

▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  

Topik yang memanasi pagi ini adalah kabar duka bahwa sang ‘ratu’ sekolah telah pergi untuk selamanya. Kecelakaan, katanya. Ini bagaikan mimpi di siang bolong, bahkan reaksi tercengang dari para haters sudah bukan hal ajaib lagi sepanjang berlalunya hari. Ucapan duka mengalir namun objek pembicaraan bukan sosok hangat yang akan tersenyum tanpa perlu mengenal siapa kamu maka kata-kata bukanlah lagi soal arti, hanya formalitas tanpa arti.

Jisoo memutuskan formalitas bukan hal yang tepat untuk dilakukan seorang manusia apalagi kepada seseorang yang pernah ia kenal. Sekedar dianggap sopan dan baik hanya membentuk imej tanpa isi. Pergi ke pemakamannya adalah keputusan tulus tanpa campur tangan ingin dianggap ini-itu, meski mulanya Jisoo enggan, mengingat perangai buruk objek kepadanya.

Ada satu waktu nona itu menjegal kakinya, memaki guru yang lanjut usia atas kesalahan kecil tentang nilai, dan memaksa Jisoo membelikannya rokok. Beberapa anak golongan jet-set diundang ke sweet- seventeen party, termasuk Jisoo (thanks atas info ayah Jisoo yang konglomerat). Pesta mewah idaman anak kekinian yang tak akan dilewatkan untuk sekedar pamer di Instagram. Tapi itu pasti buruk, batin Jisoo, terlalu banyak rokok maupun alkohol dan para pria mabuk terlihat beratus-ratus kali lebih menakutkan. Dia tak nyaman—sangat tak nyaman.

Namun melihatnya terbujur kaku dalam peti, ia jadi kasihan juga.

Wanita yang menghabiskan seluruh malam di klub kini sudah menutup mata, mengucap selamat tinggal pada semua tanpa kepastian kapan akan kembali bersua. Jisoo jadi penasaran juga, apa wanita itu pernah sekali dalam hidupnya, dia memikirkan pendapat sekitar terutama orang tuanya? Apa ia sudah menyusun rencana hidup alih-alih goals tak penting soal pria? Apa ia pernah membayangkan akan mati muda dan menua di surga?

Setelah menaruh setangkai mawar di depan bingkai yang membekukan parasnya, Kim Jisoo menguntaikan doa sekaligus salam perpisahan sebelum kemudian berlalu tanpa sekali pun menoleh. Dia amat tahu bahwa tak akan pernah ada jawaban dari segala tanda tanyanya, mau seberapun ia mencoba hasil akan tetap nihil. Tetapi setidaknya sampai akhir hayat, Jisoo pikir sambil tersenyum lemah, tarikan kisah hidup wanita itu memberi suatu kebaikan bagi semua orang. Torehan arti yang hanya ia bisa buat,

Siapapun engkau hari ini, jangan kau sia-siakan hidup…

▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  ▁  

#budidayatagjisoo #kusayangjisoo ❤

Iklan
Memento Mori

4 pemikiran pada “Memento Mori

  1. njir bikin merinding sumpah :v

    jadi inget atas dosa2 yg pernah dakuh lakukan ._.

    setuju banget, kita nggak boleh nyia – nyiain idup :v semiskin apapun, semelarat apapun, ato sesusah apapun :v

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s