Detective Lalice

221-1-19
cr : http://s.sidereel.com/

©2016, syongbaby

Roseanne Park  | Lalisa Manoban

Sepertinya pergantian jam kali ini akan lebih seru.

Detective!AU Friendship Crime | Ficlet | Teen and Up

i don’t own nothing except the plot

 .

.

“Rose! Gawat!”

Dia tak seperti Lisa yang kukenal, tak ada gerak-gerik si Gadis Pendiam yang kulihat kali ini. Fokus maniknya tak tentu, napasnya memburu, menandakan ada hal serius sedang tertanam di benak. Rasa penasaranku pun terpancing juga tatkala teman sekelas Lisa berlarian di lorong, panik menghiasi paras masing-masing.

Sepertinya pergantian jam kali ini terasa lebih seru.

“Ada apa sih?”

“Seorang siswi bunuh diri!”

Sontak jantungku terpacu. Beberapa kawan sekelas yang mendengar penuturan Lisa yang kelewat keras itu lantas memasang wajah pucat pasi. Pasalnya, meski pemberitaan tak mengenakkan di kalangan siswa  itu terus merebak di media, tak pernah ada kasus tersebut di sekolah. Sepanjang sejarah sekolah, sekedar informasi. Mendengarnya saja sudah membuatku mual apalagi menerima ajakan Lisa untuk melihat mayatnya.

“Tapi kau mau menyelidiki TKP ‘kan?” Bisikkan Lisa terasa bergetar di telinga, menyelipkan nada yang mampu menarik rasa adrenalin.

“Kalau kita disangka pembunuh bagaimana?”

Lisa hanya tersenyum, “Kau mengkhawatirkan instingku?”

Setelahnya hanya ada gerak-gerik penuh kewaspadaan, membaur bak pelajar lain sebelum berlarian menuju rooftop yang kami diduga tempat siswi tersebut melompat. Lisa di depanku, menapaki anak tangga dalam kecepatan stabil dengan napas teratur. Benar-benar si Detektif Conan versi Perempuan.

Kami mendorong pintu besi bersama hingga menimbulkan derit kencang. Tak ada siapapun mengikuti kami, pun bagian rooftop hanya terdapat kita berdua. Tanpa perintah apa pun, kami menelusuri tiap sudut rooftop, berharap menemukan sesuatu yang berharga seperti surat wasiat atau apapun itu. Namun nihil—tak ada yang kita dapatkan.

“Rose, kemari!”

Aku berbalik lantas mendapati Lisa berdiri di ujung pagar pembatas, hendak menunjukkan sesuatu kepadaku. Wajahnya pias. Kurasa insting detektifnya benar-benar bekerja. Kau sangat hebat, Lisa!

“Naik dan lihat ini!” Pun aku menuruti—memanjat, menjaga keseimbangan, dan pelan-pelan mendekatinya. Telunjuk Lisa yang lentik menunjuk satu titik, aku tak dapat melihat apapun yang mencurigakan—ini terlalu tinggi. Mataku pun semakin menyipit, “Apa?”

“Mayatnya.”

“APA!? Aku tidak bisa melihatnya, siapa siswi itu?”

Lisa bergeming, tak menjawab pertanyaanku lantas aku menoleh padanya.

“Kau, Roseanne.”

Yang terakhir kuingat hanyalah angin yang menabrak kencang dari bawah sebelum sekelibatan memori masa kecilku berlarian dalam benak. Akulah siswi itu.

Dan Lisa yang hanya dicap sebagai saksi.

 

the end.

**

ada yang masih bingung? .-.

Iklan
Detective Lalice

6 pemikiran pada “Detective Lalice

  1. Jadi….mba Rose yg ngobrol sama Lisa itu arwah?
    Ini hrs ada sequel yg nyeritain kejadian sebelumnya nih. Harus ya~ /maksa/
    Btw, aku ngklik ff ini secepet kilat waktu liat ada foto Conan-nya 😄😄

    Suka

    1. /jeder/ seketika sadar..
      sebenernya yangkumaksud itu lisa pembunuhnya, tapi setelah dibaca lagi. “OH HEEH YA.” yang aku tulis malah menjurus seperti rose yang sudah jadi arwah… duh, kudu piye.

      tapi malahan jd dapet ide buat sekuel deng. wkwk. tengkyu ya, gara-gara kamu aku jadi ada ide /?

      udh lama aku ga baca conan T.T kangen nih.

      Suka

  2. gy berkata:

    aku. aku, masih bingung. *ngacung*
    kesan pertama yg ku dapet “plot twist! lisa pelakunya!”
    terus,
    “lah tp ngapain dia bunuh rose? kan rose gak tau apa-apa?”
    pas baca kalimat ‘akulah siswi itu’ akunya jadi,
    “lah jadi rose itu arwah”
    “eh”
    “eh gimana sih?”
    ribet sendiri maap ya ;;;

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s