[Drabble-Mix] How Jennie Miss Hanbin

coverrrrrrr

How Jennie Miss Hanbin

by

riria ly

Starring: Jennie Kim | Kim Hanbin

AU, family, sad | General | Drabble-Mix

I own nothing except the plot

“I miss him, Mom

***

#1

                Jennie kecil mengaduk-aduk sarapan pertamanya di New York, tanpa ada niat untuk memakannya. Dua hari yang lalu masih ada yang merecoki isi piringnya, tapi sekarang ini isi piringnya masih lengkap. Seharusnya bocah kecil itu senang, tapi nyatanya tidak.

“Kenapa tidak makan?” Pria diawal tiga puluhan di depannya bertanya.

“Kira-kira Bin sudah sarapan belum ya, Pah?” Suara imut bernada sedih itu terdengar.

“Dia bahkan sudah makan malam dan bersiap untuk tidur,” Ayahnya menjawab.

Really?”

Yeah, dia pasti makan banyak karena mengambil jatah kita.”

“Syukurlah kalo begitu.” Senyum kembali mengembang di bibir pink bocah itu.

Nah sekarang kamu makan, Papah akan menyuapimu.”

Jennie membuka mulutnya lebar-lebar saat sang Ayah menyuapinya.

 

#2

                Jennie yang saat itu berusia 12 tahun berlari-lari heboh saat Ayahnya memberitahu bahwa Ibunya yang ada di Korea menelpon.

“Halo Ma, gimana Bin?”

“Kamu ngga nanyain kabar Mama dulu gitu?” ia hanya meringis mendengar balasan dari wanita yang telah melahirkannya itu. “Bin baik kok, sudah satu minggu ini ia tidak bikin masalah di sekolahnya.

“Kok bisa? Dia ngga sakit ‘kan Ma?” Satu minggu itu terlalu lama untuk kembarannya itu tidak membuat masalah, itu membuat Jennie khawatir.

Iya Jen, Mama juga agak bingung. Dia juga jadi rajin belajar.”

Jennie tersenyum mendengarnya, ia menghela nafas panjang. “I miss him, Mom,” ujarnya tanpa sadar.

Mau bicara dengannya? Dia ada dikamarnya sekarang.”

Ngga Ma, ngga perlu,” tolaknya.

Dia selalu menolak tawaran berbicara dengan Hanbin, dia juga selalu menolak jika dikirimi gambar bagaimana rupanya sekarang, karena hal itu akan semakin membuatnya merindukan adik kembarnya itu.

 

#3

                Jennie suka salju, tapi saat butir-butir salju berjatuhan dengan banyaknya mengenai tubuhnya barulah ia tak suka. Oleh karena itu saat ia melewati sebuah taman, ia menepi untuk berteduh.

“Seharusnya aku terima tawaran Dad buat dijemput tadi,” gerutunya sembari membersihkan mantel dan tasnya dari serpihan berwarna putih itu.

“STEVE! STOP IT!” jerit seseorang.

“HAHAHA YOU LOOK GREAT WITH THAT IZZY!”

Jennie mencari asal suara tersebut dan mendapati dua orang anak kecil berusia sekitar 6 atau 7, mungkin. Di tangan si anak yang berjenis kelamin laki-laki ada dua kepal bola salju, wajahnya tampak usil dan bahagia. Sementara satu meter di depannya ada seorang anak perempuan—usianya Jennie perkirakan lebih tua dari anak usil tadi, tengah merengut dan melotot pada si anak usil, mantel bulunya tercoreng oleh bola salju.

I will tell to Mom about this,” ancam si gadis kecil.

I don’t care,” kata si anak usil tak takut.

Jennie tersenyum melihatnya. Sebuah memori hinggap di kepalanya.

“Bin masih suka bermain salju ngga ya?”

 

#4

                111064.

Jennie menuliskan angka-angka tersebut pada notes-nya, mencari posisi duduk senyaman mungkin, menyumpal kedua telinganya dengan headset dan menutup mata.

15.

Jennie sempat menulis dua angka itu sebelum memakan sarapan yang telah dibawakan oleh pramugari.

55123.

Are you Korean?” perempuan yang duduk di sampingnya bertanya ragu, wajah orang Asia sangat mendominasi perempuan tersebut.

Yes, I’m from Seoul.”

Jinjjayo? Aku dari Busan.”

Obrolan berlanjut dengan menggunakan bahasa Korea.

7.

Bibir Jennie tersenyum simpul saat menulisnya, menyebabkan Jisoo—teman barunya bertanya apa maksud perempuan bermarga Kim itu menulisnya.

“Waktu yang aku butuhkan untuk melepas sesuatu.”

1.

Batin Jennie ceria, ia berpisah dengan Jisoo—yang sudah menemukan keluarganya tepat di pintu terminal kedatangan. Mereka mengucap janji untuk bertemu secepatnya.

Jennie mengecek ponselnya, ada satu pesan masuk.

Dia sudah di bandara

Mata Jennie bergerak-gerak liar mencari-cari di antara kerumuman orang.

Dan itu dia.

Tengah duduk di sebuah kursi.

Tampak sibuk dengan ponselnya.

Hanbin-nya.

 

***FIN***

 

JDERRRRRR

Duh mpok Jennie sweet banget sih, selalu kepikiran mbin kapanpun dan dimanapun kau berada /belum tentu tuh orang mau mikirin elu mpok 😀

Eh btw yang angka2 itu jarak dan waktu yaa  J

Terakhir selamat buat BP yang udah resmi debut /nangis mutiara/

Iklan
[Drabble-Mix] How Jennie Miss Hanbin

6 pemikiran pada “[Drabble-Mix] How Jennie Miss Hanbin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s