Always #1

1471843428233.jpg

© VOYEZKAA

Kai & Lisa │Romance │PG – 15

This story pure is mine! Don’t copying!!

Don’t be a silent readers and sorry for typo!

Happy Reading …

Suasana kantin cukup ramai –mengingat ini jam istirahat. Para pelajar disini sibuk dengan kegiatannya masing – masing. Termasuk dua wanita yang sedang duduk di bangku dengan posisi menepi ke ujung.

 

“kau ada kelas setelah ini?” tanya wanita cantik dan imut ini –Jisoo. Wanita yang ditanya hanya menjawab dengan menggelengkan kepala dengan mulut penuh dengan sandwich yang ia pesan.

 

Jisoo membuang nafas panjang. Sahabat dekatnya ini hanya menjawab pertanyaan siapapun dengan jawaban singkat dan padat, bahkan terkadang dingin.

 

“kapan kau ingin terbuka dengan sahabatmu sendiri” tanya Jisoo putus asa. Wajahnya tertunduk. Wanita itu –Lisa terdiam dan berhenti mengunyah makanan. Ia menatap Jisoo dengan tatapan datar.

 

“belum saatnya” jawab Lisa singkat. Ia meminum air mineralnya. “atau mungkin itu tidak akan pernah terjadi” lanjut Lisa. Lisa sangat tidak suka siapapun mengusik urusan  pribadinya. Dan ia selalu berfikir ‘kenapa orang lain suka sekali ‘sok’ peduli terhadapnya? Apa yang mereka ingin tau itu sama sekali bukan urusan mereka bukan?’

 

“arraseo” ucap Jisoo mengerti. Ia sudah tau kepribadian Lisa, walau tidak banyak. Karena mereka juga sudah bersama sejak masuk ke kampus ini pertama kali.

 

Suasana kembali hening diantara keduanya, mereka menikmati kegiatan makan mereka. Sampai akhirnya Jisoo pamit karena ia ada kelas setelah ini. Dan Lisa hanya menanggapinya dengan anggukan dan senyuman tipis.

 

=====

 

Lisa berjalan keatap kampusnya ini. Earphone di telinganya dengan suaranya yang bersenandung kecil. Ini hobbynya, jika tak ada kelas ia selalu kesini. Bahkan untuk pulang kerumahnya saja ia enggan.

 

Ia duduk dikursi yang biasa ia duduki disana. Matanya terpejam menikmati angin yang berhembus kencang. Rambut lurus dibawah bahunya terbang mengikuti arah angin. Ini sudah hampir siang dan matahari tidak menampakkan diri.

 

‘apa akan hujan?’ batin Lisa. Tapi ia tidak memperdulikan itu.

 

Getaran ponselnya mengganggu aktifitasnya. Ia berdecak kesal melihat nomor yang tidak dikenal mengirimnya pesan.

 

‘Ku dengar dance cover di akun Youtube mu mendapat satu juta viewers dalam waktu lima hari ini. Aku hanya menawarkan ini sekali. Datanglah keruang dance pukul empat sore nanti. –Krystal’

 

Lisa tersenyum sinis. Ia menjadi populer saat enam bulan terakhir ini. Dimana sejak cover dance pertamanya ia rilis di vlognya. Semenjak itulah banyak orang yang kagum kepadanya.

 

‘akan kufikirkan’ jawab Lisa singkat. Ia memasukkan ponselnya kembali ke dalam sakunya. Dan ia kembali menikmati angin yang berhembus dengan earphone di telinganya.

 

Krystal adalah seniornya di kampus ini. Wanita cantik yang somobong dan lebih terkenal darinya –tentu saja. Bakat menari Krystal sudah sampai tingkat dunia. Ia juga sering mengikuti beberapa kompetisi dunia.

 

Karena sebentar lagi akan ada event yang mengharuskan tampil berdua. Maka dari itu ia mengajak Lisa untuk bergabung dengannya. Mengingat teman satu komunitasnya sangat payah dan belum sejago Lisa, apa lagi sejago dia?

 

Lisa mencoba untuk tidak memikirkan soal ajakan Krystal itu. Tetapi ia tak bisa, fikirnya sudah kemana – mana. Ia ingin ikut. Tetapi ada satu alasan yang ia mengharuskan untuk tidak ikut kedalam club dance Krystal.

 

‘ahh! Eottoke’ batinnya berteriak.

 

Lisa diam sejenak. Ia menarik nafas panjang.

 

=====

 

Hari sudah hampir menjelang sore. Lisa masih berada disana. Ia bingung. Harus menerima tawaran Krystal atau tidak. Tetapi didalam hati kecilnya ia ingin. Bahkan sangat ingin. Bukan ia takut untuk bertemu Krystal. Ck, yang benar saja Lisa takut.

 

Akhirnya setelah ia putuskan apa keputusannya. Ia beranjak dari sana. Keputusannya udah bulat bahwa ia menerima itu.

 

Lisa berjalan menyusuri lorong. Suasana tidak terlalu ramai. Hanya ada beberapa kelas saja yang sedang diisi. Kebetulan juga hari ini kelasnya hanya satu.

 

Lisa berhenti didepan pintu yang bertuliskan ‘Dance Room’. Ia memegang knop pintu. Didorongnya pintu itu. Dan nampak lah beberapa orang disana. Semua orang yang berada disana menaapnya. Lisa sedikit menundukkan memberi hormat. Bagaimana pun juga mereka adalah seniornya. Dan ia selalu menghormati orang yang lebih tua darinya.

 

Lisa masih di depan pintu. Seseorang disana tersenyum miring. Orang itu –Krystal. Ia berjalan kearah Lisa dan membelai pipi Lisa.

 

“kau mengambil keputusan yang benar” ucap Krystal.

 

“ne” jawabnya singkat. Krystal memberi tahu Lisa agar duduk di salah satu sofa disana. Begitu juga dengan dia. Ia duduk disebelah Lisa. Sedangkan teman – teman yang lain hanya melihat mereka saja.

 

Krystal menyerahkan kertas kepada Lisa. Kertas yang berisikan persyaratan dan peraturan apa saja yang ada di event tersebut. Lisa menerimanya dan membacanya dengan teliti. Tidak ada yang sulit dari persyaratan itu. Dirasa ia mmencakupi persyaratan itu.

 

“apa kau bisa?” tanya Krystal. Lisa mengangguk dan meletakkan kertas itu  di meja.

 

“tidak ada yang sulit” jawabnya santai.

 

“baiklah kalau begitu, kita mulai latihan besok di sore hari.” Ucap Krystal dijawab anggukan oleh Lisa. “bagaimana kalau satu minggu tiga kali?” tanyanya.

 

“tidak buruk” jawab Lisa santai. Krystal menggeram. Karena Lisa menjawab dengan jawaban santai saja. Sebelumnya ia tidak pernah diberlakukan seperti ini. Bahkan orang lain saja takut kepadanya. Tapi sekarang? Krystal hanya menghela napas pelan menghadapi orang seperti Lisa.

 

Krystal menjelaskan bahwa waktu latihan mereka hanya sekitar dua bulan lagi. Walau pun itu terbilang lama. Tapi waktu itu tidak bisa ia sia – sia kan. Seorang Krystal tidak boleh kalah dari siapa pun. Ia harus menjadi yang pertama.

 

Saat mereka sedang sibuk berbincang. Tiba – tiba saja pintu terbuka. Semua mata tertuju pada pintu. Sosok pria dengan postur tubuh tinggi berdiri disana. Tatapannya tertuju pada satu wanita. Wanita itu. Wanita yang ia rindukan selama ini.

 

“Lisa…” gumam pria itu pelan. Tentu saja mereka mendengar. Karena saat itu suasana sepi senyap.

 

Lisa mengerjab tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Pria itu. Ya Tuhan, apa ia sedang bermimpi saat ini? Lisa menggeleng pelan. Ia menutup matanya seolah tak percaya kemudian membukanya lagi.

 

Ini nyata.

 

Dia disana.

 

Dia yang selalu Lisa rindukan.

 

“Kai..” lirihnya.

 

 

TBC

 

Hai^^

Kenalin aku author baru disini. Salam kenal semua. Aku dari 98L. Btw kalian suka ga dengan peran cowonya KAI. Soalnya aku bingung mau buat siapa. Dan aku putuskan untuk memakai KAI. Setelah aku buat, dan aku baru sadar. Kalau Lisa juga cocok dengan Taeyeong NCT127. Tapi ini sudah terlanjut di buat.

 

Buat yang sudah baca, aku Cuma minta kalian kasi komentarnya ya^^ jangan jadi silent readers.

 

Dapet CHU~ untuk good reader’s

 

Iklan
Always #1

Satu pemikiran pada “Always #1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s