[Vignette] Rindu

by Ravenclaw

Jisoo percaya rindu itu baik untuk mereka

Biarkan Jisoo menyendiri di kamarnya yang rapi. Sengaja ia tak datang ke kampus, sudah direncanakan, sudah ada surat izin pula yang ia titipkan pada Lisa. Biar sah kalau ia tidak masuk kampus karena izin, itu rencananya. Toh, ia juga sudah izin pada kedua orang tuanya, dan diperbolehkan karena alasannya hendak menggarap tumpukan tugas yang menggunung yang padahal sudah ia kirim ke gmail kepada masing-masing dosennya.

Masa bodoh dengan UKM-nya, yang penting ia sudah izin, titik.

Dan, masa bodoh juga dengan gadis Thailand itu yang sejak dari kemarin menanyainya dengan tema ‘Yunhyeong’. Sudah malas ia meladeni pertanyaan itu.

Dan untuk soal pria itu, memang benar adanya, ia sengaja tidak masuk karena pria itu.

Bukan adanya masalah di hubungan mereka, bukan karena sudah bosan dengan pria itu, bukan juga ia merasa malas dengan hubungan mereka. Hatinya masih tertambat pada sosok manis itu.

Lisa juga tanya soal, apakah benar Yunhyeong selingkuh dengan kakak tingkat angkatan Jennie? Kalau Jisoo selalu percaya dengan Yunhyeong, pria itu bilang kalau mereka selalu ada kerja proyek. Maklum jurusan mereka sangatlah menuntut mereka, accounting.

Ia tidak cemburu, itu sudah kewajiban Yunhyeong bersama siapa saja selain dirinya. Dirinya tidak protektif seperti anak jurusan sebelah, mantannya Junhoe. Ia lupa namanya, tapi kata Rose, mereka putus karena Junheo tidak nyaman dengan sikap protektif dari pihak sang wanita. Dasar tukang gosip, tapi itu memang benar adanya.

Masa bodoh dengan semua itu, intinya ia tidak cemburu seperti mantannya Junhoe. Sama sekali. By the way Yunhyeong tidak tahu kalau dirinya sengaja untuk memboloskan diri secara hormat dan sah.

Sudah bisa ditebak, Yunhyeong mencarinya sejak tadi. Entah di perpust kampus, gereja sebelah, taman belakang kampus, ruang UKM, maupun kelas yang ia ikuti di jurusannya. Dan sudah bisa ditebak pula kalau hasilnya nihil.

Yunhyeong, ya?

Ah, pria yang membuatnya semakin percaya diri itu selalu ada untuknya disaat ia membutuhkannya. Sesibuk apapun itu. Merasa harus bertanya apakah dirinya baik-baik saja sebelum ia meninggalkannya demi tugas yang menumpuk. Jisoo tidak akan pernah menyangka bisa memiliki pria itu, entah berapa bulan, berapa tahun. Jisoo senang bisa mengenal sosok kharismatik itu.

Yunhyeong pria yang baik, lebih mementingkan dirinya ketimbang badannya sendiri sampai ia harus siap siaga kalau Yunhyeong ada apa-apa. Yunhyeong bukan bocah seperti Hanbin, kekasih Jennie. Pria itu tipe-tipe orang yang sering serius tetapi dalam suatu waktu dia bisa menjadi sangat humoris, tetapi tetap Hanbin yang menang kalau soal itu, sampai Jennie dibuat kesal olehnya. Haha.

Yunhyeong, ya?

Sosok yang bisa menutupi kekurangannya dengan kelebihan maupun kekurangan yang dimiliki pria itu. Menasehatinya kalau dirinya salah, menghormati keputusannya bila ia ingin mengambil keputusan itu, juga lumayan bijak.

Lumayan.

Semua orang tidak ada yang sempurna, sekalipun dirinya yang cantik, baik, suka membelikan si kecil Lisa jajan, ataupun tersenyum kecil bila ada yang menghinanya di belakang. Begitu juga dengan Yunhyeong. Pria itu tidak sempurna.

Dari semua diskripsi diatas soal pria itu, Jisoo tampak menyukai dan mencintai Yunhyeong sepenuh hati. Hanya tidak suka beberapa seperti terlalu serius. Dan sosok kehadiran Yunhyeong yang menghampirinya setiap kali ia ada.

Ia butuh ruang untuk sendiri.

Butuh sepi.

Sudah lama ia tak mendamba ini. Langka mendapat kesempatan seperti ini. Dan sudah lama pula ia tidak menikmati malam yang sepi seperti kemarin. Ini sudah ari ketiga ia tidak masuk.

Lisa tidak bertanya lagi, Jennie tidak khawatir lagi, dan Rose si tukang gosip mulai mengkhawatirkannya. Tanpa perlu memberi tahu mereka sudah tahu kalau dirinya perlu sendiri. Mereka sudah tahu apa alasannya sampai ia harus bertindak seperti ini. Karena Yunhyeong seorang.

Terdengar konyol tapi nyata.

Jisoo ingin merindukan sosok kharismatik itu seperti dulu. Dulu saat mereka masih baru menjalin bersama. Merasa ia harus melakukan itu. Sudah lama ia tidak merindukan sosok itu.

Terdengar konyol tapi nyata, memang.

Biarkan Jisoo menyendiri, ia butuh itu semua. Butuh tahu sebesar apa kerinduannya pada sosok manis itu. Biarkan. Jisoo percaya kalau rindu itu baik untuknya, untuk Yunhyeong, untuk mereka.

Biarkan likuid bening sedikit mengaliri pipinya, merindukan kata penyemangat dari prianya.

Biarkan. Ia butuh rindu yang mendalam.

END

based on true story and Tulus and you

by the way, i miss you, my friend that I love, who I met last time eight years ago

Iklan
[Vignette] Rindu

8 pemikiran pada “[Vignette] Rindu

  1. Klo aku ga salah tangkep, Jisoo tuh kyak semacem rindu masa2 awal dia sama Yunhyeong pacaran bukan?
    Soalnya aku pernah bgni, sengaja nghindr cuma buat ngtes dri sendiri /lahcurcol
    Semangat terus nulisnya Er! ^^

    Suka

  2. ” likuid bening ” YA ALLAHH QU GULING GULING LIHAT PEMILIHAN KATA MUUUU

    AAA JADII RINDU CHANYEOOLLL ~~ /bodo amadh nab/

    Semangatt teruss kak nulisnya !! ku tunggu ff ff selanjutnyaaa wkwk /eak eakk

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s