[Ficlet] Home

mirosahome3gy

A fiction by gy

Rosé & Mino
Ficlet | Fluff, Romance

.

“Finally I’m home.”

***

Home

 

[Mino :
Bella, aku sampai di terminal kira-kira jam 8 malam]

[Rosé:
ok.
maaf tidak bisa menjemput 😦

omong-omong, nenekmu sudah sembuh?]

[Mino :
it’s ok, Bella, aku mengerti 😉

kalau urusanmu sudah selesai segera pulang, ok?
kau memang koordiantor bidang acara,
tapi jangan terlalu mem-forsir diri, hm?
nenek tentu sudah sehat, mangkannya aku bisa pulang ke seoul]

[Rosé :
hari ini akan ku usahakan selesai secepat mungkin
badanku rasanya mau remuk 😦

syukurlah kalau nenek sudah benar-benar sembuh]

[Mino :
fighting, Bella!
ingat, langsung pulang. makan. istirahat.
sudah cukup aku sedih melihat nenek sakit
kau jangan]

[Rosé :
iya, beruang, aku akan langsung pulang nanti
lagipula,
memangnya bagaimana aku bisa kemana-mana dengan badan seletih ini?
omong-omong kenapa kau jadi seperti ibuku?]

[Mino :
haha. tidak apa-apa lah.
ibumu mencintaimu kan? aku juga ❤ ]

[Rosé :
IH]

[Mino :
haha ❤ ❤ ]

[Rosé :
ada juga kau yang tidak boleh kemana-mana.
kau pasti capek.
begitu sampai, langsung pulang. makan. istirahat :p ]

[Mino :
iya iya.
aku akan langsung pulang kok :3 ]

Masih mengamati percakapannya dengan Mino sore tadi, Rosé tersenyum tipis. Jam di pojok kiri atas layar ponselnya menunjukan pukul sepuluh malam—Rosé dan timnya benar-benar menyelesaikan tugas-tugasnya secepat mungkin. Sekarang dia sedang duduk di bangku belakang bis kota yang sepi, menatap jalanan dari balik jendela tanpa minat. Tidak ada yang lebih diinginkannya selain segera pulang, makan dan istirahat. Seperti apa yang dikatakan pacarnya.

Rosé mendesah. Ia luar biasa lelah. Kepalanya berdenyut-denyut kekurangan glukosa. Rosé kembali menatap potongan percakapannya dengan Mino.

“Kenapa si bodoh ini tidak menghubungiku lagi, ya? Sebegitu capeknya kah?”

Berbanding terbalik dengannya, di jam-jam seperti ini, Mino barangkali sudah tidur, mengingat betapa pelor-nya dia ditambah lelah perjalanan Daegu-Seoul.

Genap empat hari sudah Rosé tidak bertemu Mino—yang berarti genap empat hari sudah Rosé memikul rindu. Genap empat hari sudah Rosé melewati masa-masa hectic menjelang hari-h pelaksanaan acara Fashion Exhibition yang diadakan jurusannya. Rosé nyaris sinting. Sejauh pengalamannya menjadi panitia, ini merupakan kali pertama ia ditunjuk sebagai salah satu koordinator. Tanpa Mino, Rosé luar biasa merasa sendirian, meski dalam kenyataannya dia memiliki tim, teman dan rekan-rekan panitia yang lain.

Tidak ada tangan besar yang selalu menopang kedua pundaknya.

*

Rosé sampai di apartemennya tiga puluh menit kemudian. Rasanya Rosé belum pernah sebahagia ini hanya gara-gara ‘pulang’. Memang kamar kontrakannya tidak begitu luas. Malah cenderung sempit karena dijejali dengan barang-barangnya yang lumayan besar. Tempat itu mungkin sekarang kondisinya kotor dan seperti kapal pecah, mengingat akhir-akhir ini ia lebih banyak menghabiskan waktu di luar. Namun rasanya tidak ada tempat yang lebih tepat untuknya kembali. Ini tempat tinggalnya. Rumahnya.

Rumah adalah tempat kita kembali. Mau bagaimanapun bentuk dan kondisinya, rumah selalu menjadi tujuan terakhir kita, bukan?

Kaki Rosé sudah menapaki tangga terakhir di lantai tiga. Tinggal  berjalan beberapa langkah dan berbelok ke lorong sebelah kiri, ia sudah akan mendapatkan pintu kamarnya.

Tetapi malam ini, pintu itu terlihat berbeda.

“Ngapain kau di sini?!”

Seorang laki-laki tengah duduk persis di depan pintunya. Mendengar suara Rosé, ia mendongak dan segera bangkit.

Hi, Bella1.

“Sejak kapan kau ada di sini?”

“Hmmm aku tidak yakin. Oh, bagaimana persiapan acaranya?”

“Kau…” Rosé kehabisan kata-kata. Tidak yakin harus mengomeli Mino atau memeluknya.

“Kenapa?” Mino malah terkekeh. Dalam lorong berpenerangan minim seperti ini, senyumnya masih saja terlihat memikat—walau agak tengil.

Rosé mengecek jam di ponsel. “Kau sampai di Seoul dua setengah jam yang lalu, kan? Jangan bilang dari terminal kau langsung ke sini?!”

Mino mengedikan bahu.

“Katanya mau langsung pulang, huh? Kau tidak capek apa?” Gemas, Rosé menarik turun topi Mino hingga mata laki-laki itu terbenam.

“Lho?” Mino membetulkan posisi topinya. “Ini, kan, aku langsung pulang?”

Awalnya, Rosé tidak mengerti. Tapi saat kedua lengan besar itu mendekapnya, Rosé rasanya mau meledak.

“Finally I’m home.” Mino berbisik.

Bagaimanapun bentuk dan kondisinya, rumah akan selalu menjadi destinasi terakhir, tempat kita kembali.[]

Keterangan :
1
Bella = cantik (spanish)

***

Hallo. Ada gy ada roseXmino hahaha.
Jangan bosen yak~

—gy

Iklan
[Ficlet] Home

12 pemikiran pada “[Ficlet] Home

  1. Kak Gy jangan banyak2 posting rose x mino dong, nanti aku jadi ikutan ngeship mereka >.<
    Seriusan, lama2 aku jadi suka sama couple ini 😂😂
    Mino sosweet bat yaampuuuun, bukannya langsung pulang, malah ke tempat Rose. Karena Rose rumah bagi Mino. Home is where your heart is #eeaaaaa /paan sih aku gajelas banget/
    Bagus bgt kak, walaupun td aku pertama2 bingung knp rose dipanggil Bella, oalah ternyata Bella artinya cantik :O

    Suka

    1. gy berkata:

      ayo ayo ngeship hahaha. itu aja aku ngeship mereka without reason. tiba2 aja gitu liat pict rose “hm kayanya sama mino cocok deh” dan BAM! jadilah!

      tenang, post ku selannjutnya ga seputar rose-mino lagi. ditahan dulu merekanya biar gak bosen hehe.

      terimakasih ya Miko :*

      Suka

      1. Iya Jaehyun NCT kak, abis suara mereka sama2 bikin aku jatuh cinta sih wkwk
        Tapi abis baca ff ka Gy, kok ya Rose-Mino ini kyak ada manis2nya gitu hoho
        Misami kak Gy~

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s