Patah Hati

image

a fanfic by drixya

PATAH HATI

with Jennie, Jisoo, Rose, Lisa and others

I own nothing, but storyline.


as Jennie

Gadis mana yang tidak bahagia dan, yeah, bertambah kadar kegugupannya ketika seseorang menyatakan cinta padanya? Jennie adalah satu dari mereka. Ia bahkan nyaris tak sanggup berkata-kata seusai Hanbin mengutarakan keinginan memiliki Jennie sebagai kekasih.

“Eng, Hanbin, aku…” Kalimat Jennie menggantung. Ia merutuki dirinya yang pasti mendadak tampak bodoh sekarang.

“Jangan memaksakan diri. Aku tahu, kok, apa yang mau kamu jawab.”

“Eh?” Hanbin sudah tahu?

“Perasaan memang tidak bisa dipaksakan, kan? Aku bisa mengerti itu. Aku pergi dulu, ya? Sampai jumpa, Jennie!” Hanbin mengacak puncak surai Jennie sesaat sebelum beranjak dari hadapan si gadis.

Tunggu! Jennie ingin sekali meneriakkan satu kata itu. Tapi bodohnya, ia masih hanya sanggup terpaku di tempat. Pasti karena tingkahnya itu, deh, Hanbin menarik kesimpulan yang tak segaris lurus dengan isi otak maupun hati Jennie.

“Hanbin, aku juga menyukaimu, tahu!” Jennie berseru keras sembari menghentakkan kakinya ke pijakan dengan luapan emosi dan tangis yang nyaris pecah.

Sial! Harusnya siapa yang patah hati di sini?

as Jisoo

Kim Jisoo sejak kecil hidup berkecukupun, keluarga lengkap, banyak teman, punya wajah terbilang cantik alami dan cukup berprestasi. Nyaris tak pernah ada kata ‘sedih’ apalagi ‘patah hati’ dalam kamus hidupnya. Ya, kalau saja bukan karena Byun Baekhyun. Lelaki manis yang setahun belakangan berhasil menggaetnya sebagai kekasih.

Alasan yang melatarbelakangi patah hati-nya Jisoo tak klise. Bukan karena Baekhyun bosan padanya, selingkuh, mendua, berniat kuliah di luar negeri ataupun punya penyakit keras yang sampai didiagnosis dokter hidupnya hanya beberapa bulan lagi. Tapi karena Baekhyun—

Ya! Baekhyun jangan makan banyak-banyak!” Jisoo memekik, tanpa peduli keberadaan mereka di kedai pizza yang cukup ramai. Terlalu ngeri melihat cara makan Baekhyun.

“Biarkan saja! Aku sudah tak tahan lagi. Pokoknya hari ini aku mau makan sebanyak yang ku sanggup!”

—berniat mengembalikan perut pir-nya. Hancur sudah impian Jisoo punya kekasih berotot untuk waktu lebih lama. Katakan selamat tinggal pada abs Baekhyun!

as Rose

Jisoo luar biasa heran mendapati adik sepupunya, Rose, bertandang ke kediamannya dengan aliran sungai kecil di wajah. Jangan lupakan juga pias hitam di area mata. Jisoo ingin sekali tertawa kalau ia tak ingat kondisi Rose yang tengah dirundung kepiluan.

“Kenapa, sih? Putus cinta? Atau gebetanmu diambil orang?” Selidik Jisoo selagi menyodorkan tisu yang ke—entahlah, ia tak ingat—pada Rose.

Sang adik sepupu menggeleng pelan, meraih uluran tisu Jisoo, memakainya, membuangnya asal lalu mengambil lagi dari Jisoo. Begitu seterusnya. “Taeyang Oppa…” Rose menarik napas dalam-dalam, “Taeyang Oppa dikonfirmasi dating,” kemudian menangis kembali.

Jisoo memanggut-manggut. Pantas saja, batinnya. Ia tahu betul bagaimana Rose begitu mengidolakan salah satu anggota Big Bang tersebut. Wajar, kalau sekarang Rose patah hati.

Dengan berbekal keyakinan untuk menghibur adik sepupunya, Jisoo menepuk-nepuk punggung Rose dan bertutur, “sudahlah. Kan, cuma dating, belum married. Lagi pula, kalau kamu menangis sampai air matamu habis pun, Taeyang tidak akan putus dengan kekasihnya dan tetap tidak tahu siapa kamu. Kamu kan cuma fan-nya, Rose.”

Dan tangisan Rose semakin menjadi setelahnya. Terimakasih atas kalimat penghiburnya, Kim Jisoo.

as Lisa

Lisa buru-buru membongkar isi tas, kemudian dompet, lalu saku jaket dan kantung lainnya yang berkemungkinan terdapat isi yang sedang ia cari. Biarkan saja kamarnya mendadak jadi tak berbeda dengan kandang ayam—ungkapan yang sering dipakai sang ibu jika kamar putrinya berantakan. Barang yang ia cari jauh lebih penting.

Sepasang manik Lisa seketika berbinar kala lembaran kertas berhasil ia temukan diantara tumpukan baju dalam lemari. Benar! Itu uang. Memang lembaran kertas apalagi yang mampu membuat seorang Lisa Manoban melompat lantaran teramat bahagia sekarang?

Ingatan Lisa bagus, ia memang masih punya simpanan uang. Lebih dari cukup untuk membeli sepatu incarannya yang tengah didiskon lima puluh persen hanya untuk hari ini.

“Lisa?”

“Iya, Bu?” Lisa memandang penuh tanya pada sang ibu yang muncul dari balik pintu.

“Seminggu lalu Ibu menitipkan uang padamu, kan? Ibu pinta sekarang, soalnya banyak keperluan mendesak bulan ini.” Ibu berjalan mendekat pada sang putri, lantas meraih uang yang ada digenggaman Lisa. “Oh, ya, jangan lupa rapihkan kamarmu. Seperti kandang ayam saja.” Kata Ibu lagi, sebelum beranjak dari kamar.

Tertinggal Lisa yang hatinya remuk redam lantaran lupa kalau yang tadi itu bukan miliknya, melainkan milik sang ibu. Sementara uang tabungannya sudah kandas beberapa hari yang lalu. Jadi, lebih sakit putus cinta atau tak jadi beli sepatu idaman?

fin.


Aaaa~ Ku bahagia BP akhirnya debut setelah diphpin mulu sama engkong YG huhu

Bodo amet haters mau bilang apa, pokoknya ku cinta mereka 😝😍

Boombayah! Oppa!
I don’t want a boy, I need a man!

Serius, lagu Bombayah nempel bgt diotak 😂 Tapi klo MV, ku lebih suka Whistle heuheu

Mba Jennie sama Rose ucul sekali waktu lagi intro, malu2 kucing gitu wkwk khas rookies bgt

Ttp ya walau kesan mereka swag, cool dll klo baru pertama ketemu kamera mah masih malu2 hihi

Ini ga ada yg nanya tapi ku ngoceh mulu, biarin ah, masih seneng bgt soalnya 😂😂

Iklan
Patah Hati

13 pemikiran pada “Patah Hati

  1. Yassss aku jg amat terlalu excited akhirnya mereka debut uwoooooo >v<
    Jennie kasian bgt, paan siiih hanbin lgsg main tarik kesimpulan aja kalo jennie gasuka kamu 😣 Sotoy lu bin ah kesel gua 😒😒😒
    Baibai abs baekhyun :"
    Rose gue bangeeeeet waktu tau yb sm gd dulu dating, nangis wkwkwk xD
    Poor Lisa gajadi beli sepatu 😦 *pukpuk

    Disukai oleh 1 orang

  2. Jisoo patah hati karena Baekhyun mau mengembalikan perut pir nya damn wkwkwk dan Lisa oh dia patah hati anti mainstream dia :v
    dan yaaa seleramu dg black pink itu sama /gk ada yang nanya ya/
    oke salam kenal dari Ayumi ya^^

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s