The Reason

black pink jennie new

by Tamiko

Ficlet | Jennie & Hanbin | G

.

Mana mungkin Jennie bisa jatuh cinta dengan Hanbin yang seperti itu.

.

.

Cinta itu adalah sesuatu yang sangat tidak bisa diduga. Jennie mengamini itu.

Kalau ditanya empat bulan lalu, Jennie pasti akan menyangkal kalau dia bisa jatuh cinta dengan seorang Kim Hanbin.

Saat pertama kali Hanbin muncul di depan pintunya menggendong seekor anjing pug coklat dengan matanya yang kelewat besar dan wajah memelas itu, hal pertama yang muncul di pikiran Jennie adalah “Ya Tuhan, tolong. Jangan biarkan aku dan idiot ini saling terlibat terlalu jauh.” Itu adalah pertemuan pertama mereka, hari yang sama dimana Hanbin pindah ke kamar apartemen persis di sebelah Jennie dan Hanbin sukses meninggalkan kesan pertama yang buruk.

Hanbin, tidak perlu ditanya adalah seorang idiot, seperti yang dikatakan Jennie di atas. Hanbin adalah defenisi sempurna dari kekanak-kanakan. Dan Jennie sangat membenci pria itu serta kelakuan konyolnya. Salah satu kebiasaan Hanbin yang dibenci Jennie adalah dia kerap membawa begitu banyak teman ke kamarnya dan membuat ribut. Berhubung kamar mereka tidak kedap suara jadi kegaduhan di kamar Hanbin selalu sampai ke telinga jennie.

Yang paling tidak tertahankan adalah salah satu teman Hanbin, si sialan June dengan mulut besar yang sangat ingin dijahit Jennie setiap kali. Serius, kalau ada kesempatan dia sangat ingin membungkam si sassy Koo Jun Hoe itu dan petikan-petikan sarkastisnya. Jennie agaknya sudah terlalu sering mengetuk — sebenarnya menggedor brutal tapi siapa yang peduli — pintu Hanbin lalu memarahi Hanbin dan teman-temannya yang sudah menghilangkan konsentrasi belajar Jennie. Biasanya June entah di bagian manapun dia di apartemen Hanbin saat itu — satu kali sepertinya dia berteriak dari kamar mandi — akan berteriak dan melempar komentar sarkastis andalannya kepada Jennie yang dibalas Jennie dengan level sarkasme yang sama. Hanbin lalu akan tertawa dan mengatakan betapa cocoknya mereka berdua lalu menawari Jennie beberapa camilan dengan santai seolah memang itulah tujuan Jennie mendatangi mereka dan bukan untuk menumpahkan kekesalannya. Jennie — dengan tidak tahu malu — akan menerima tawaran itu.

Sekarang Jennie berkencan dengan Hanbin — entah bagaimana — dan frekuensi dia adu mulut dengan June meningkat secara signifikan. Hanbin selalu menjadi penengah yang baik.

Tapi seriously Jennie masih tidak menyangka dia akan berakhir mengencani tetangganya itu. Meski sudah memasuki satu bulan sejak mereka menjadikannya resmi, dia masih bertanya-tanya ‘bagaimana bisa?’

Selain teman-teman yang menyebalkan — terutama satu orang musuh utama jennie a.k.a June — Hanbin sendiri juga sangat mengesalkan. Tidak hanya sekali dua kali Jennie dibuat naik darah oleh pria bermarga Kim itu melainkan berulang kali. Sifat sok keren yang sangat bertolak belakang dengan sister complex yang dia miliki, kebiasaan genitnya yang akan melakukan dan comeback stage berulang-ulang setiap kali Jisoo dan Rosé berkunjung ke apartemen Jennie, dan bagaimana dia selalu bermain mata nakal kepada Lisa — cewek asal Thailand di kamar ujung — tidak pernah luput dari perhatian Jennie. Meski sebenarnya bukan itu yang menjadi alasan utama.

Jennie menatap kepada Hanbin yang duduk terlentang di sofanya. Entah itu sebenarnya didefenisikan duduk atau tidur. Dia meletakkan Bogi — anjing pug nya — di atas dada dan memeluk anjing kecil itu seolah itu adalah Hanbyul adiknya.

Pertanyaan di kepala Jennie rasanya semakin menuntut untuk dijawab. Kenapa dia bisa jatuh cinta dengan orang ini? Dia menghela napas lemah, menarik perhatian Hanbin.

“Kenapa?” tanya pria itu dengan kening berkerut. Tangannya masih setia di kepala Bogi, mengelus-elusnya penuh kasih. Dia tidak pernah mengelus kepala Jennie seperti itu.

“Tidak,” jawab Jennie malas. Dia menggigit bibirnya sejenak, ragu untuk melanjutkan. Tapi beberapa detik kemudian dia berakhir menyuarakan isi hatinya. “Aku tidak pernah berpikir kalau aku akan jatuh cinta denganmu.”

Mendengar pengakuan Jennie, Hanbin langsung menghentikan gerakan tangannya di kepala Bogi dan meluruskan duduk. Menatap pada Jennie dengan serius. “Kenapa? Karena aku bukan tipemu ya?”

“Bukan,” sangkal Jennie cepat. Dia sekali lagi menggigit bibir ragu sebelum akhirnya berkata dengan volume suara yang mendekati bisikan “Karena aku tidak suka dengan anjingmu.”

-kkeut-

A/N:

Lol itu apaaa? /nunjuk atas/

Gaktau ah yang penting akhirnya bisa couplein Jennie Hanbin horeee

Ini ide ceritanya dari prompt yang aku dapat di tumblr wkwk

Btw aku sangat excited dengan debut Blackpink yang semakin dekat 🙂 ❤

Lots of love

Tamiko

Iklan
The Reason

8 pemikiran pada “The Reason

  1. gy berkata:

    kenapa nama anjingnya gak obang aja huhuhu biar terasa lebih nyata (apanya woey)
    well miko, menurutku ini terlalu banyak kalimat-kalimat sisipannya, mungkin lain kali bisa dikemas lagi biar gak banyak (apanya woey) terus jadinya aku bacanya pelan-pelan, hehe.
    tp aku kok malah gemes sama jennie-june ya? sindir2an lucu gitu mereka :3

    Suka

  2. Bogie yg tersakiti… kasihan sekali dikau bogiee…

    ini ff black pink pertama yg aku baca drngan cast bias aku hahaha dede jennnnn…. nice fict. cuma yaa banyak banget sisipannya kkk

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s